Admin ID

2 komitmet menjadi seorang muslim

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Tidak ada kesyukuran terbesar yang mesti diupayakan oleh setiap Muslim dan Muslimah selain daripada perkenan Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua. Ini adalah nikmat yang tiada tara di muka bumi ini.

Hal ini karena sifat hidayah yang memang menjadi hak prerogratif Allah Ta’ala, sehingga meski ada orang memiliki kecerdasan luar biasa, jika Allah tidak mengizinkan iman di hatinya, tidak akan sampai hidayah dalam kehidupannya.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يَعْقِلُونَ

 “Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. Yunus [10]: 100).

Oleh karena itu, kita mesti benar-benar menjaga iman di dalam hati kita dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya mesti memahami dengan komprehensif, bahwa hanya Islam jalan menggapai kebahagiaan.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran [3]: 19).

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85).

Dengan demikian, sangat jelas sikap yang mesti kita ambil dalam masalah keimanan ini. Lantas bagaimana menyikapi beragam kejadian yang belakangan ini kian deras memojokkan umat Islam?

Pertama tidak mengambil teman setia, apalagi pemimpin dari golongan selain Muslim.

لاَّ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُوْنِ الْمُؤْمِنِي

“Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab; pemimpin; pelindung; penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin.” (QS. Ali Imran [3]: 28).

Kemudian, dalam ayat yang lain Allah Ta’ala menegaskan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah [5]: 51).

Dalam buku “Fiqh Jihad” Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa orang-orang kafir, terutama Yahudi dan Nasrani sering memusuhi kaum Muslim, sehingga banyak dari kaum munafik mencoba mendekati mereka dan bersekutu daripada membela agama, umat, dan kelompok Islam. Siapapun akan melihat kelompok ini sangat berbahaya terhadap keutuhan dan kesatuan umat.

Hal ini tidak lain karena kaum munafik adalah kaum yang oportunis dan curang, yang telah mengkhianati kelompoknya dan justru membela musuh mereka, bersumpah dengan bermuka dua dan menunjukkan kebohongan.

Namun demikian, selama orang-orang kafir itu bisa toleran, mengutamakan kehidupan damai dan bisa dipegang janji-janjinya bersama kaum Muslimin, maka bermua’amalah dalam urusan dunia tidaklah dilarang. Dan, Allah memerintahkan kita untuk berbuat adil kepada siapapun, termasuk orang-orang kafir.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8).

Kedua, berkasih sayang terhadap sesama Muslim

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menemui sesama Muslim dengan menampakkan perkara yang disukainya karena ingin membahagiakannya, niscaya Allah akan memberinya kebahagiaan kepadanya pada Hari Kiamat.” (HR. Thabrani).

Kemudian hadits yang lain menyatakan, “Di antara hal-hal yang mendatangkan ampunan adalah engkau membuat senang saudaramu sesama Muslim.” (HR. Thabrani).

Dalam hal kasih sayang dan kepedulian terhadap seesama Muslim ini ada kisah menarik yang dialami oleh Syeikh Sariy As-Saqaty (wafat 254 H/ 867 M) seperti termaktub dalam buku “Islam Agama Kasih Sayang” karya Abdillah Mubarak Nurin.

Suatu hari Syeikh Sariy As-Saqathy mendapat kabar bahwa sedang terjadi kebakaran di pasar Baghdad. Syeikh Sariy pun bergegas memastikan berita tersebut, mengingat beliau juga memiliki toko di dalam pasar.

Takdir Allah, toko Syeikh Sariy tidak terbakar, sedangkan toko di sekelilingnya hangus terbakar. Menyaksikan hal tersebut Syeikh Sariy spontan berkata, “Alhamdulillah.”

Namun tidak lama kemudian, Syeikh Sariy menyadari bahwa banyak tetangga dan kawan-kawan lainnya yang kehilangan. Seketika itu beliau menyadari kelalaian akan ucapan “Alhamdulillah” tersebut.

Dari kejadian tersebut, Syeikh Sariy As-Saqathy menyesalinya dengan beristighfar selama tiga puluh tahun, memohon ampun kepada Allah atas ucapan Alhamdulillah sekali kala itu. Beliau berkata, “Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.”

Mungkin sang Syeikh merasa tidak mendapat keuntungan dari apa yang Allah janjikan dengan sikapnya tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.

Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, komitmen yang harus terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari bersama saudara seiman adalah saling menolong dalam iman, taqwa dan kebaikan.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah [5]: 2).

Jadi, mari tanggalkan ego demi kebaikan ke-Islam-an kita semua dengan bersama-sama, bahu-membahu saling menguatkan iman, taqwa dan kebaikan. Wallahu a’lam.[hidayatullah.com]
Read More
Admin ID

Orang ini mengenali rumahnya di surga kelak.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Tidak mudah bagi kita untuk bisa masuk surga. Namun, jika kita dengan sungguh-sungguh berniat untuk selalu melakukan perbuatan baik maka Allah akan memberikan jalan-Nya. Bahkan, orang ini hingga bisa menemukan rumahnya di Surga. Orang ini mampu mengenali rumahnya di surga karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah padanya.

Orang Ini Mampu Mengenali Rumahnya di Surga

Allah telah menyediakan dua tempat kembali di akhirat kelak, yakni surga dan neraka. Surga merupakan tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun, tidak mudah untuk bisa menggapai surga karena kita membutuhkan bekal amal saleh yang banyak. Bahkan, dengan amalan yang banyak pun kita juga harus berusaha menggapai rahmat Allah SWT. Berbeda dengan neraka dimana di dalamnya penuh dengan kepedihan yang begitu menyakitkan. Untuk bisa masuk ke dalam neraka ini pun akan terasa lebih mudah karena segala yang dilarang oleh Allah merupakan kenikmatan dunia. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati benar agar tidak terjerumus dengan kenikmatan sesaat di dunia ini. Ingatlah kenikmatan surga yang akan Anda dapatkan jika melakukan perbuatan baik dan beramal saleh.

Sebuah dalil menyebutkan bahwa salah seorang di antara kita lebih mengenal rumah kita yang ada di surga dibanding pengenalan mereka terhadap rumah yang berada di dunia.

Apabila orang-orang yang beriman itu selamat dari neraka maka mereka akan ditahan di jembatan di antara neraka dan surga. Mereka kemudian akan diqishash guna untuk semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama masih hidup di dunia. apabila sudah disucikan dan dibersihkan maka mereka pun diizinkan untuk masuk ke dalam tempat penuh kenikmatan ini, yakni Surga.

Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan dimana dibuat untuk mereka yang beriman dan beramal shaleh.Inilah surga yang diberikan kepada umat manusia karena amal ibadahnya selama masih hidup di dunia.

Di setiap amal perbuatan pasti akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya. Rahmat dari Allah inilah yang mengantarkan kita ke dalam Surga sesuai dengan kadar kebaikan kita.

Kemudian bayangkan saat Rasulullah bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam al-Bukhari bahwa amal salah seorang di antara kita tidak akan bisa memasukkan kita ke dalam surga.

Para sahabat pun bertanya apakah itu termasuk Rasulullah?

Ternyata Rasulullah tidak termasuk, kecuali jika Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada beliau.

Seperti yang kita tahu bahwa Rasulullah adalah manusia mulia dimana begitu banyak amalan baiknya. Dengan banyak amalan pun, Rasulullah tetap tidak akan masuk surga tanpa adanya rahmat dari Allah. Lantas bagaimana dengan orang yang memiliki sedikit amalan saja, seperti kita? Bahkan, kita memiliki banyak dosa, tidakkah kita memikirkan bagaimana nasib kita di kehidupan akhirat?

Dari penjelasan ini, kita bisa merenungkan nasib kita di akhirat. Kehidupan dunia ini hanyalah bersifat sementara sedangkan kehidupan yang sesungguhnya merupakan kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, kita harus memikirkan kehidupan yang abadi tersebut .Kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk bisa selamat dari siksaan di neraka. Banyak amalan yang dapat kita lakukan, baik wajib maupun sunnah. Bahkan, kita telah memiliki suri tauladan yang patut untuk dicontoh setiap perbuatan dan perkataannya, yakni Nabi Muhammad SAW. Ingatlah bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan Anda dari kepedihan adzab Allah kecuali dengan amal ibadah Anda sendiri sehingga orang ini mampu mengenali rumahnya di surga.[kumpulanmisterius]
Read More
Admin ID

Dua Kalimat yang Membuat Doa Dikabulkan

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Doa sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim sehari-harinya sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah. Dan dalam sebagian doa tersebut ada beberapa dari Anda yang ingin mendapatkan sesuatu sehingga berharap bahwa Allah segera mengabulkan doa tersebut. Apakah ada kalimat yang bisa membuat doa segera dikabulkan? Ternyata ada dua kalimat yang membuat doa segera dikabulkan. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Dua Kalimat yang Membuat Doa Segera Dikabulkan

Memang tidak ada salahnya jika Anda ingin agar Allah segera mengabulkan doa tersebut. Namun perlu dilihat lagi apakah kehidupan ibadah Anda juga sudah dilakukan dengan sungguh-sungguh? Jika memang Anda sudah banyak melakukan ibadah serta sudah terhindar dari perbuatan maksiat, tetapi Allah masih juga belum mengabulkan keinginan Anda tersebut maka cobalah untuk melakukan doa agar keinginan dikabulkan Allah SWT.

Ada kajian yang dilakukan pada Masjid Baitul Ihsan yang terletak di sekitaran Bank Indonesia oleh Ustadz Bachtiar Nasir yang sempat terkenal karena tampil sebagai salah satu juri dalam ajang pencarian bakat seperti Hafidz Cilik serta Dai Cilik, dimana beliau memaparkan kalimat doa Islam tersebut.

Kata-kata pertama yang dapat menjadi doa tersebut adalah “Wa ilaahukum ilaahuw Waahidun laa ilaaha illa huwar rahmanurrahiim”. Di dalam kalimat tersebut ada dua kata yaitu Rahiim serta Rahmaan yang berarti suatu wujud dari sifat Allah yang penuh dengan kasih sayang pada semua hambanya.

Ustadz Bachtiar lalu menganjurkan kepada para hadirin yang berada di tempat untuk menghapalkan kalimat doa yang indah tadi dalam waktu 5 menit saja. Beliau berkata bahwa kalimat doa tersebut nantinya akan sangat membantu hadirin dalam menghadapi kehidupan di kala kesusahan seperti yang belakangan ini dihadapi oleh banyak orang.

Ustadz Bachtiar pun akhirnya membantu para hadirin yang berada di tempat untuk menghapalkan kalimat doa yang menyentuh hati Allah tersebut perlahan-lahan sampai akhirnya mereka hapal.

Selanjutnya Ustadz Bachtiar pun memberikan kalimat kedua yaitu “Alif Laam Miim, Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum” yang garis besarnya berarti bahwa kita sesungguhnya yakin akan Allah sebagai Maha Hidup yang berdiri sendiri serta berkuasa tanpa adanya campur tangan dari apapun.

Kalimat kedua tersebut sesungguhnya diambil dari awal kalimat dalam surat Ali Imran yang terkenal dan sudah banyak dihapal oleh orang. Ustadz Bachtiar akhirnya meminta kembali pada para hadirin yang ada di tempat tersebut untuk kembali membaca kedua kalimat doa tersebut dengan dipenuhi rasa yakin akan Allah Maha Pengabul.

Di akhir dari kajian beliau juga mengatakan bahwa kedua kalimat tersebut agar selalu ditempatkan pada awal setia doa jemaat dengan tujuan agar Allah Maha Pengabul segera menjabah setiap doa yang kita ucapkan.

Tentunya dua kalimat yang membuat doa segera dikabulkan tersebut harus diiringi dengan amalan yang baik dari orang yang mendoakan. Karena memang Allah akan lebih mudah menjabah doa bagi orang yang memiliki akhlak yang baik. Teruslah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara banyak berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an sehingga kita semakin menuju ke jalan yang benar. Jangan lupa untuk banyak bersedekah karena Allah akan memberikan rezeki yang lebih bagi orang yang juga memberikan rezekinya pada mereka yang membutuhkan. Sesungguhnya ada bagian dari rezeki yang kita terima yang merupakan hak milik dari orang yang membutuhkan tersebut dengan menggunakan kita sebagai perantaranya.[kumpulanmisteri.com]
Read More
Admin ID

Saya Mudah Terangsang, Begini cara mengatasinya.

Sahbat ID ( Inovasi Dakwah )
Saya adalah seorang pelajar sekolah lanjutan. Saya cinta kepada agama dan tekun beribadah. Tetapi saya menghadapi suatu kendala, yaitu mudah terangsang bila melihat pemandangan yang membangkitkan syahwat, dan hampir-hampir saya tidak dapat menguasai diri dalam hal ini. Keadaan ini membuat saya repot karena harus sering mandi dan mencuci pakaian dalam. Bagaimana saran Ustadz untuk memecahkan problematika ini sehingga saya dapat memelihara agama dan ibadah saya dengan baik?

Jawab:

Pertama, saya berdoa semoga Allah memberi berkah kepada Anda, pemuda yang begitu besar perhatiannya terhadap agama yang lurus ini, dan saya minta kepada Anda agar senantiasa berpegang teguh dengannya dan tetap antusias kepadanya, jauh dari teman-teman yang jelek perilakunya, serta senantiasa menjaga agama dari gelombang materialisme dan kebebasan, yang telah banyak merusak pemuda-pemuda dan remaja-remaja kita. Juga saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa Anda bisa termasuk anggota tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah pada hari tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya, selama Anda taat kepada-Nya.

Kedua, saya nasihatkan kepada saudara penanya agar memeriksakan diri kepada dokter spesialis, barangkali problema yang dihadapi itu semata-mata berkaitan dengan suatu organ tubuh tertentu, dan para dokter ahli tentunya memiliki obat untuk penyakit seperti ini. Allah berfirman:

“… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl: 43)

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan Ia juga menurunkan obat untuknya.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Ketiga, saya nasihatkan juga kepada Anda agar menjauhi – sekuat mungkin – segala hal yang dapat membangkitkan syahwatnya dan menjadikannya menanggung beban serta kesulitan (mandi dan sebagainya). Adalah suatu kewajiban bagi setiap mukmin untuk tidak menempatkan dirinya di tempat-tempat yang dapat menimbulkan kesukaran bagi dirinya dan menutup semua pintu tempat berhembusnya angin fitnah atas diri dan agamanya. Simaklah kata-kata hikmah berikut:

“Orang berakal itu bukanlah orang yang pandai mencari-cari alasan untuk membenarkan kejelekannya setelah terjatuh ke dalamnya, tetapi orang berakal ialah orang yang pandai menyiasati kejelekan agar tidak terjatuh ke dalamnya.”

Di antara tanda orang shalih ialah menjauhi perkara-perkara yang syubhat sehingga tidak terjatuh ke dalam perkara yang haram, bahkan menjauhi sebagian yang halal sehingga tidak terjatuh ke dalam yang syubhat. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang hamba mencapai derajat muttaqin (orang yang takwa) sehingga ia meninggalkan sesuatu yang tidak terlarang karena khawatir terjatuh pada yang terlarang.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim dari Athiyyah as-Sa’di dengan sanad shahih)

Keempat, setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang – belum tentu mani (yang hukumnya wajib mandi jika ia keluar). Boleh jadi yang keluar itu adalah madzi, yaitu cairan putih, jernih, dan rekat, yang keluar ketika sedang bercumbu, atau melihat sesuatu yang merangsang, atau ketika sedang mengkhayalkan hubungan seksual. Keluarnya madzi tidak disertai syahwat yang kuat, tidak memancar, dan tidak diakhiri dengan kelesuan (loyo, letih), bahkan kadang-kadang keluarnya tidak terasa. Madzi ini hukumnya seperti hukum kencing, yaitu membatalkan wudhu (dan najis) tetapi tidak mewajibkan mandi. Bahkan Rasulullah SAW memberi keringanan untuk menyiram pakaian yang terkena madzi itu, tidak harus mencucinya.

Diriwayatkan dari Sahl bin Hanif, ia berkata, “Saya merasa melarat dan payah karena sering mengeluarkan madzi dan mandi, lalu saya adukan hal itu kepada Rasulullah saw, kemudian beliau bersabda, ‘Untuk itu, cukuplah engkau berwudhu.’ Saya bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana dengan yang mengenai pakaian saya? Beliau menjawab, ‘Cukuplah engkau mengambil air setapak tangan, lalu engkau siramkan pada pakaian yang terkena itu.'” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Beliau berkata, hasan shahih)

Menyiram pakaian (pada bagian yang terkena madzi) ini lebih mudah daripada mencucinya, dan ini merupakan keringanan serta kemudahan dari Allah kepada hamba-hamba-Nya dalam kondisi seperti ini yang sekiranya akan menjadikan melarat jika harus mandi berulang-ulang. Maha Benar Allah Yang Maha Agung yang telah berfirman:

“… Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maa’idah: 6)

Wallahu a’lam.

—

Fatwa-Fatwa Kontemporer Dr. Yusuf Qaradhawi
[dakwatuna.com]
Read More
Admin ID

Dosa Zina Tidak Bisa Terhapuskan Meski Pelaku Menikah.Lakukanlah 3 Amalan Ini Agar Dosa Zina Terampuni Oleh Allah

Dosa Zina Tidak Bisa Terhapuskan Meski Pelaku Menikah.Lakukanlah 3 Amalan Ini Agar Dosa Zina Terampuni Oleh Allah
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Zina merupakan salah satu dosa besar yang dapat membawa seseorang kejalan yang sesat, tetapi ada beberapa amalan agar dosa zina terampuni dan bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan. Apa sajakah amalan yang dapat menghapus dosa zina?
Islam telah mengajarkan kepada setiap umatnya untuk selalu menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan dosa zina seperti pacaran, karena zina merupakan perbuatan yang terlarang dan memiliki dosa yang sangat besar. Seseorang yang telah berbuat zina akan rusak seluruh kehormatannya di mata orang lain dan juga di hadapan Allah.

Di era modern ini, zina merupakan perbuatan yang telah banyak dilakukan oleh mayoritas orang karena mereka telah terpengaruh dengan budaya barat yang banyak menyesatkan manusia. Bahkan hal-hal yang dapat memicu terjadinya zina telah lumrah dan umum di lakukan oleh setiap orang di dunia ini seperti pacaran. Tidak hanya orang non-muslim saja yang telah membudayakan perilaku ini, bahkan umat muslim pun kini telah banyak terjerumus dalam perbuatan dosa ini.

Apakah dosa zina diampuni? Allah Maha Pengampun maka setiap hambanya diberi kesempatan untuk senantiasa bertaubat. Jika setiap manusia benar-benar ingin memperbaiki diri dan bertaubat, maka Allah akan mengampuni setiap dosa-dosa hamba-Nya karena Allah Maha Pengampun.

Setiap manusia berkewajiban untuk selalu bertaubat kepada Allah, taubat yang dilakukan harus benar-benar dari dalam hati dan tidak akan melakukan perbuatan dosa yang sama di lain waktu. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap muslim yang ingin menghapus dosa zina yang telah dilakukannya, yaitu:

1. Taubat
Cara taubat dari zina adalah berhenti dari perbuatan zina. Taubat merupakan satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim yang telah berbuat dosa. Taubat dapat dilakukan yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam hati akan menjauhi hal-hal yang menjurus ke perbuatan zina dan akan menjauhi perbuatan zina. Orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh akan berhenti dari perbuatan maksiat yang telah dilakukannya dan tidak akan mengulangi perbuatan maksiat yang telah dilakukannya, bahkan dia akan menjauhi semua perbuatan dosa. Allah akan membukakan pintu maaf bagi orang-orang yang dengan sungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya.

2. Menyesal
Tidak hanya berhenti dari perbuatan maksiat, seseorang yang benar-benar ingin menghapus dosanya harus memiliki penyesalan dalam hati karena telah melakukan perbuatan maksiat itu. Seseorang yang telah memiliki penyesalan dalam lubuk hati tidak akan melakukan perbuatan yang sama di lain waktu mendatang.

3. Tidak melakukan kemaksiatan lagi
Orang yang bersungguh-sungguh bertaubat tidak akan mengulangi perbuatan maksiat yang telah dilakukannya di masa lampau. Dia akan senantiasa membentengi diri dari perbuatan yang menjerumus kepada kemaksiatan sehingga tidak akan terjerumus dalam lubang yang sama.

Itulah tiga syarat utama agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, tetapi jika dosa yang telah dilakukan seorang manusia berkaitan dengan hukum uhud maka orang yang telah berdosa itu wajib menerima hukumannya sesuai dengan syariat agama dan juga wajib untuk bertaubat agar dosanya diampuni. Salah satu contoh perbuatan dosa yang berkaitan dengan hukum uhud adalah zina.

Berzina adalah dosa besar, apakah dapat terampuni? Seseorang yang telah menikah tetapi melakukan zina, maka dia wajib menerima hukuman rajam yaitu dilempari batu hingga mati. Tetapi jika seseorang yang telah melakukan zina merupakan seseorang yang belum menikah maka dia wajib dihukum cambuk sebanyak 100 kali. Setelah menerima hukuman sesuai dengan syariat agama maka orang itu wajib bertaubat kepada Allah agar semua dosanya diampuni.

Itulah beberapa informasi seputar beberapa amalan agar dosa zina terampuni dan setiap umat muslim wajib mengetahuinya.

Sumber : http://www.kumpulanmisteri.com/
Read More
Admin ID

Kisah Mantan Anggota Girlband Korea yang Menjadi Mualaf.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Ayana Jihye Moon berhasil menghebohkan sosial media instagram. Bagaimana tidak, seorang gadis jelita yang hampir berusia 21 tahun itu berani tampil berbeda dari gadis-gadis Korsel lainnya. Tampil cantik dengan balutan hijab, mantan anggotagirlband ini menjadi bahan perbincangan terpopuler netizen di jejaring sosial.
Mengunggah puluhan fotonya dalam balutan hijab di instagram @xolovelyayana, Ayana mendapat simpati dan perhatian dari banyak netizen. Itu karena keputusannya menjadi mualaf merupakan langkah drastis mengingat ia adalah satu-satunya yang memeluk Islam di keluarganya.
Ditilik dari perjalanannya memeluk agama Islam, gadis ini mengaku sudah mulai menjalankannya sejak SMA. Di mana, dalam keluarganya hanya ia yang memeluk agama Islam. Ia sendiri pun mengaku belum berhijab sepenuhnya karena ia sering merasa kesulitan dengan budaya di Korea.

Di Korea sendiri populasi muslim hanya sekitar satu persen saja dan masih belum terlalu akrab dengan konsep agama Islam itu sendiri. Namun, kondisi ini tetap tidak menghalangi niat Ayana untuk lebih mendalami Islam.

Bahkan saking niatnya, gadis yang selalu tampil sederhana ini sampai menempuh pendidikan di Malaysia untuk mendalami Agama Islam.

Semoga keputusannya dicatat Allah sebagai amal kebaikan. Aaminn

Sumber: dakwatkhalifah.blogspot.co.id


Read More
Admin ID

Pahala Besar Bagi seorang Istri yang Lakukan 4 Hal Ini Untuk Suaminya di Malam Jum’at

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Seorang istri bisa panen pahala di malam Jum’at. Bahkan, dengan aktifitas penuh suka bersama suaminya.

Apa saja aktifitas itu? Ini 4 di antaranya:

1. Mengajak Suami Baca Surat al-Kahfi
Membaca surat Al Kahfi merupakan amalan sunnah di malam Jumat. Bisa pula dikerjakan di siang hari Jumat.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ad-Darimi; shahih)

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat bertahan hingga satu pekan.
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia diterangi oleh cahaya antara dua Jumat” (HR. An Nasa’i, Baihaqi dan Al Hakim; shahih)

Jika seorang istri mengajak suaminya membaca surat Al Kahfi, maka pahala dan keutamannya semakin berlipat.

2. Mengajak Suami Membaca Shalawat
Membaca shalawat juga termasuk amalan sunnah di malam dan hari Jumat. Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya memperbanyak membaca shalawat di waktu ini.

Di antara keutamaan membaca shalawat adalah sebagaimana yang diterangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bahwa muslim yang paling banyak membaca shalawat kelak akan menjadi orang yang paling dekat dengan beliau di surga.
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap hari Jumat. Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi; hasan lighairihi)

Istri yang membaca shalawat, ia memperoleh pahala dan keutamaan bagi dirinya. Namun jika ia mengingatkan suaminya agar melakukan amalan sunnah ini, maka akan semakin banyak pahalanya.

3. Melayani Suami Dengan Penuh Cinta
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa jima’ antara suami dan istri adalah sedekah. Ia mendapatkan pahala atas hubungan halal ini, sebagaimana seseorang mendapatkan dosa jika ia berzina.
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Hubungan badan antara kalian (dengan istri) adalah sedekah”. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, ”Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sedangkan tentang keutamaan jima’ di malam/hari Jum’at, hadits yang dapat dijadikan rujukan adalah berikut ini:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Barang siapa mandi pada hari Jum’at, membersihkan badannya dan bersegera (pergi ke masjid) kemudian berdiam diri dengan penuh konsentrasi, mendengarkan (khutbah), maka setiap langkah yang diayunkan mendapatkan pahala seperti pahala setahun, yaitu pahala puasanya dan shalat malamnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i dan Ahmad)

Mandi dalam hadits itu menurut satu pendapat, adalah mandi janabat. Pandangan itu diperkuat dengan tambahan pada riwayat Tirmidzi, setelah hadits itersebut:.
قَالَ مَحْمُودٌ قَالَ وَكِيعٌ اغْتَسَلَ هُوَ وَغَسَّلَ امْرَأَتَهُ

Mahmud (perawi) berkata, Waki’ berkata, dia sendiri mandi dan juga memandikan istrinya

Namun, sebagian besar ulama menolak pandangan tersebut dengan berhujjah bahwa mandi pada hadits tersebut tidak selalu didahului dengan hubungan suami istri. Kalaupun yang dimaksud adalah mandi jinabat, maka jima’nya dilakukan pada Jum’at pagi, bukan Jum’at malam. Sebab mandi Jum’at disunnahkan sebelum berangkat shalat. Dan orang berangkat shalat Jum’at umumnya pagi.

Lepas dari apakah hubungan suami istri termasuk sunnah di malam Jumat atau sama dengan hari biasanya, ia tetap berpahala. Dan istri yang melayani suaminya dengan baik, dengan service excellent, ia mendapatkan pahala yang besar.

4. Membangunkan Suami Untuk Shalat Tahajud
Amal ini bukanlah amal khusus malam Jumat saja. Namun amal harian. Tiap malam. Sebagaimana bisa dilakukan di malam apa pun, ia juga bisa dilakukan di malam Jumat.

Keutamaannya luar biasa. Istri yang membangunkan suami dan mengajaknya qiyamul lail, ia akan mendapat rahmat dari Allah. Bahkan keduanya akan mendapatkan rahmat dari Allah. Rahmat dari Allah ini merupakan kunci cinta dan kasih sayang (rahmah) suami istri.
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِى وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِى وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jadi, jika ingin kasih sayang suami istri abadi, biasakanlah qiyamul lail dan membangunkan pasangan untuk juga melakukannya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: webmuslimah.com

Read More
Admin ID

Dosa Hutang Tidak akan di ampuni.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Jadi trend dikala ini, bila tidak dapat mempunyai kendaraan kredit dapat jadi solusinya. nah, gimana perihal ini, karna sepanjang ini belum sempat terdapat kredit syariah buat kendaraan. sesungguhnya gimana peran hutang ini bagi agama.
Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).

Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim nomor. 1886)[Hikmah Kisah Islam]
Read More
Admin ID

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Ada banyak orang yang tanpa sadar tengah meremehkan dosa. Mungkin kita berpikir dosa yang kecil tidaklah mengapa. Padahal, dari dosa kecil itulah akan tercipta dosa yang besar.

Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan,” (HR. Bukhari no. 6492).

Jika disebutkan bahwa ia sangka suatu dosa itu lebih tipis dari rambut, itu tanda meremehkan dosa. Padahal sesuatu yang dianggap sepele seperti ini di sisi Allah begitu besar.

Disebutkan dari jalur Ibrahim bin Al Hajjaj dari Mahdi, “Kami menganggapnya sebagai dosa kala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Ibnu Batthol mengatakan, “Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.”

Abu Ayyub Al Anshori berkata, “Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.”

Sumber: islampos.com

Read More
Admin ID

Hukum Ma’mum Membaca Al-Fatihah Ketika Imam Masih Membaca Ayat

Hukum Ma’mum Membaca Al-Fatihah Ketika Imam Masih Membaca Ayat
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz, apakah hukumnya makmum masih baca Surah Al-Fatihah di belakang imam?

Contoh situasi: ketika imam membaca surah lain sesudah surah Al-Fatihah (ketika sembahyang berjemaah) makmum pula sibuk membaca surah Al-Fatihah, ini dapat kita perhatikan ketika solat berjemaah jahriyyah (subuh, maghrib dan isya).

Jawaban:

Sunat makmum membaca al-Fatihah selepas bacaan al-Fatihah imamnya. Hal ini adalah sekiranya makmum mempunyai berat sangkaan bahawa dia sempat untuk membaca al-Fatihah sebelum imamnya rukuk. Selepas itu, barulah makmum mendengar bacaan surah imamnya pula.

Namun, sekiranya diketahui atau berat sangkaan makmum bahawa dia tidak akan sempat membaca al-Fatihah sebelum imamnya rukuk, maka ketika itu sunat bagi makmum tersebut membaca al-Fatihah beserta dengan imam tanpa perlu menunggu imamnya selesai membaca al-Fatihah (Fath al-‘Allam, al-Syams al-Munirah).

Justeru, sunat bagi makmum mendengar bacaan imamnya (Mughni al-Muhtaj, I’anah al-Tolibin). Firman Allah Taala;
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila al-Quran itu dibacakan, maka dengarlah akan dia serta diamlah (dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya), supaya kamu beroleh rahmat.” (Surah al-A’raf 204)

Sabda Rasulullah sollallahu alaihi wa sallam:
(إذا كبر فكبروا، وإذا قرأ فأنصتوا (واه مسلم

“Apabila imam bertakbir, maka hendaklah kamu bertakbir dan apabila imam membaca al-Quran, maka hendaklah kamu diam.”

Sabda Rasulullah sollallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis hasan sahih:
إذا كنتم خلفي فلا تقرءوا إلا بأم القرءان

“Apabila kamu berada di belakangku (sebagai makmum), maka janganlah kamu membaca (al-Quran) melainkan al-Fatihah.” (al-Darqutni)

اليسع

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat, amin

Sumber: didakwah.blogspot.co.id


Read More
Admin ID

Mempertanyakan bentuk Allah,tuhan yang di sembah Umat Islam akhirnya pendeta ini masuk islam

Mempertanyakan bentuk Allah,tuhan yang di sembah Umat Islam akhirnya pendeta ini masuk islam
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Mantan Pendeta bernama Stevanus Vernanda Vountain S.Th kini telah mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam. Dengan nama barunya Muhammad Hijery, ia mengisahkan bagaimana sampai ia bisa mendapatkan hidayah tersebut.

Pada awalnya, ia ikut bergabung dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gunung Mas, KalTeng dengan mewakili agamanya dahulu yakni Kristen. Di forum tersebut ia banyak bersilaturahmi dengan para ulama dan salah satu Ustadz. Dengan Ustadz tersebut, ia banyak berdiskusi dan melakukan komunikasi intensif. Alhasil pada suatu hari, ia bertanya sambil meminta maaf sebelumnya.

“Saya bertanya kepada Ustadz teman saya itu, apa yang disembah umat muslim saat melakukan shalat? Kan tidak ada siapapun atau benda apapun. Sungguh beda dengan agama Kristen yang ketika sembahyang jelas ada yang disembah. Namun bukannya dijawab, justru Ustadz tersebut balik bertanya.”

Sang Ustadz berkata, “Bagaimana bentuk dan warna angin?”. Pendeta tersebut diberi waktu semingguan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan untuk membuatnya semangat, sang Ustadz rela untuk berpindah agama jika berhasil menjawabnya.

Bingung mencari jawaban sendiri, akhirnya ia menanyakan kepada pendeta yang lebih senior. Namun bukannya mendapat jawaban, ia justru ditertawakan dan akhirnya ia menyerah karena tidak tahu jawabannya.

Ustadz tersebut berkata, “Saya sudah menduga pasti kamu tidak akan bisa menjawabnya.” Ia melanjutkan bahwa jika angin yang bisa dirasakan oleh manusia saja tidak tahu bagaimana bentuk dan warnanya, apalagi Allah yang menciptakan angin. Itu karena sesungguhnya manusia terlalu lemah untuk mengetahuinya.

Sang pendeta kemudian menjadi merenung dan memikirkan terus perkataan tersebut.

Akhirnya di tengah kegelisahan yang luar biasa, ia pun bersyahadat bersama dengan istri dan anaknya.

Alhamdulillah

Sumber: kabarmakkah.com

Read More
Admin ID

Topi kerucut

Topi Tahun Baru (Sanbenito) = Tanda Murtad
Sebagaimana yang telah saya tulis dalam buku Menyingkap Fitnah & Teror. Topi kerucut mempunyai Sejarah yang bermula pada masa Muslim Andalusia. Saat itu terjadi pembantaian Muslim Andalusia yang dilakukan oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabela yang dikenal dengan peristiwa Inkuisisi Spanyol. Inkuisisi dimulai semenjak tahun 1492 dikeluarkannya Dekrit Alhambra yang mengharuskan semua non-Kristen untuk keluar dari Spanyol atau memeluk Kristen. Muslim yang memilih tetap tinggal dilumpuhkan secara ekonomi dan diisolasi dalam kampung-kampung tertutup yang disebut Gheto untuk memudahkan pengawasan terhadap aktifitas Muslim.

Tidak cukup hanya diisolasi, tapi Muslim Andalusia harus menggunakan pakaian khusus berupa rompi dan topi kerucut yang disebut Sanbenito. Maka untuk membedakan mana yang sudah murtad dan mana yang belum adalah ketika seorang muslim menggunakan baju seragam dan topi berbentuk kerucut dengan nama Sanbenito. Jadi, Sanbenito adalah sebuah tanda berupa pakaian khusus untuk membedakan mana yang sudah di-converso (murtad) dan mengikuti agama Ratu Isabela.

Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika ke pasar. Dengan menggunakan sanbenito, mereka aman dan tidak dibunuh.

Ketika orang Barat menggunakan topi ini dalam pesta-pesta mereka, sejatinya mereka merayakan kemenangan atas jatuhnya Muslim Andalusia dan keberhasilan Inkuisisi Spanyol. Masa demi masa berlalu topi kerucut ini kemudian menjadi budaya yang digunakan oleh umat Islam dalam merayakan tahun baru masehi dan ulang tahun.(Hj.Irena Handono)
Read More
Admin ID

KIsah Wanita Jilbabkan hati

KIsah Wanita Jilbabkan hati
Sahbat ID (Inovasi Dakwah)
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam…

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamualaikum, saudariku..”
“Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”

Wanita itu tersenyum.
“Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”

Wanita itu tersenyum lagi.
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka.” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu…tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ” Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Sumber : unknown
Read More
Admin ID

Alhamdulillah, Penginjil Senior & Donatur Gereja Ini Akhirnya Masuk Islam

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Bismillah,

Alhamdulillah semalam Allah pertemukan saya dengan bapak Ev. Bobby Nainggolan, beliau penginjil senior dan mentor saya, pengusaha sukses dan donatur besar beberapa gereja.

3 tahun lalu ketika kami sekeluarga baru masuk Islam, الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ketika itu kami banyak di fitnah, dikucilkan, dimusuhi, dijahati, dizalimi dan secara ekonomi pun kami dihancurkan dan saat istri hamil anak kami, kami pun pernah pernah tidur dari masjid ke masjid tanpa ada jamaah yang tau dan kami ceritakan kondisi kami.

dan saat itu beliau mengira saya memerlukan dunia, beliau mencari dan menawari saya uang Rp 500 juta, mobil E300 AVG AMG dan rumah dengan syarat saya kembali ke gereja..

Ketika itu saya jawab,"tidak usah dibayar pak, saya belajar menghidupkan dakwah, bukan hidup dari dakwah dan saya akan masuk gereja jika boleh berkhotbah lagi, khotbah tauhid."

Kalau Allah saya Maha kaya saya tidak takut miskin, dan kami in syaa Allah bersyukur dalam keadaan apapun karena semua ini pasti mendatangkan kebaikan bagi kami dan yang pasti justru kebahagiaan, damai sejahtera dan ketenangan lahir batin kami dapatkan senantiasa karena Allah saja yang menjaga kami.

Allah akan buktikan meski kami jatuh dalam kemiskinan tapi jutaan umat Islam sayang kepada kami dan tidak membedakan saudara seimannya, itu bentuk persaudaraan Islam pak.

In syaa Allah kalau saya kejar akhirat maka dunia akan mengejar saya, in syaa Allah tujuan saya sudah bukan dunia pak, tidak ada nikmat yang lebih nikmat yang saya rasakan kecuali nikmat mendapat hidayah Allah, nikmat ber Islam.. tidak ada harapan dan cita - cita yang lebih baik daripada dicintai disayangi dikasihi Allah dan mendapat naungan Allah dihari tidak ada naungan selain naungan Allah, karena mati itu kapan saja..

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (QS. An-Naziat: 40)

in syaa Allah saya yakin Allah Azza wa Jalla akan buktikan bahwa kasih sayang dan kuasa-Nya tidak sebatas merentangkan kedua tangan dan mati di gantung di tiang..

Allah Ta'ala yang saya sembah kasih dan kuasa-Nya tidak dapat kita bayangkan, tidak dapat kita pikirkan dan tidak sanggup kita gambarkan..

Sejak saat itu kami hilang kontak.
Dan sambil mengupload foto ini air mata saya kembali keluar, air mata bahagia karena Allah.

الله أكبر‎ الله أكبر‎ الله أكبر‎

Sekarang pak Ev. Bobby Nainggolan sudah masuk Islam, sudah bersyahadat, sudah menjadi mualaf..

Pak Bobby Nainggolan seorang milyuner rela meninggalkan nikmat dunia dan seluruh dunianya untuk Allah dan karena Allah..

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Saat ini pak Bobby banyak difitnah, dimusuhi, dijahati, dikucilkan... ketika kita dijauhi manusia maka mendekatlah pada Allah dan jagalah ibadah dan kedekatan hati dan pikiran kita pada Allah, in syaa Allah semua itu akan semakin membuktikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kita sembah dan kita ibadahi bukanlah ilah ilah yang mereka sembah.

Selamat datang pak Bobby Nainggolan, in syaa Allah karena Allah kita akan berjihad dan menegakkan syariat Allah dalam amar ma'ruf nahi munkar..

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً اتِّقَاءَ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْراً مِنْهُ

Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik.
(HR. Ahmad)

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Semoga kisah pak Bobby dapat kita ambil ibrohnya..

Barakallah fiik..
Hanny Kristianto (Bukan Ustadz)

*sebagaimana dikutip dari laman Facebook Hanny Kristiano
Read More
Admin ID

Inilah Penyebab Runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki

Inilah Penyebab Runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki
Sahbat ID (Inovasi Dakwah)
Apakah mungkin kesultanan Ottoman yang mampu meruntuhkan kebesaran kekaisaran Roma bisa mengalami keruntuhan yang parah? Jawabannya ada pada sosok Ibrahim Muteferrika.

Siapakah dia?

Pada tahun 1729, Muteferrika adalah orang pertama yang berhasil mendatangkan mesin cetak ke Turki yang diperkenalkan oleh Gutenberg di Eropa. Sebelumnya sultan Bayezid II dan Selim I melarang semua usaha mengimpor mesin cetak ke Turki.

Sialnya, Muteferrika selalu dibayangi tekanan dan ketakutan. Apa salah Muteferrika? Bukan salah Muteferrika, tetapi mesin cetaknya.

Ketakutan dan kecurigaan Sultan-sultan Ottoman bahwa mesin cetak Muteferrika bisa digunakan untuk mengobarkan revolusi, membuat para sultan Ottoman menerapkan berbagai sensor terhadap kegiatan Muteferrika, sehingga sepanjang hidupnya Muteferrika hanya mampu mencetak 17 judul buku saja.

Akibatnya?
Sekitar abad ke-19, ketika di negara-negara Eropa sudah memiliki tingkat pengetahuan tentang menulis dan membaca di atas 50 persen, di Turki hanya 2 persen dari populasinya yang bisa membaca.
Hal ini yang membuat IPTEK di Turki macet total disaat IPTEK di Barat maju pesat. Kemunduran IPTEK inilah yang membuat Mustofa Kemal Attaturk gampang meruntuhkan kesultanan Ottoman yang telah berdiri selama ratusan tahun.
Dan kalau kemunduran peradaban Kristen butuh waktu ratusan tahun sejak Roma Barat runtuh untuk memulihkan diri, maka kemunduran peradaban Islam juga masih belum pulih setelah hampir seratus tahun kesultanan Ottoman runtuh. ()
Foto: historia.id[satumedia.co]
Read More
Admin ID

Bolehkah Shalat Berjamaah Berdua dengan yang Bukan Mahram?

Bolehkah Shalat Berjamaah Berdua dengan yang Bukan Mahram?
Apakah boleh seorang laki laki shalat berjamaah hanya berdua dengan perempuan yang bukan mahram (muhrim menurut istilah orang awam)?

Disebutkan dalam kitab Al-Muhaddzab sebagai berikut,

Seorang laki-laki dimakruhkan shalat dengan perempuan yang bukan mahramnya (bukan muhrim menurut istilah orang awam, pen.). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Tidak boleh seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan karena yang ketiganya adalah setan.”

Imam Nawawi dalam syarhnya menjelaskan, “Yang dimaksud makruh di sini adalah makruh tahrim alias haram. Itu dinyatakan haram jika memang berdua-duaan.”

Ulama Syafiiyah menyatakan bahwa jika seseorang laki-laki mengimami istri atau mahramnya dengan hanya berdua-duaan, seperti itu boleh dan tidak dinyatakan makruh.
Alasannya, karena di luar shalat saja mereka boleh berdua-duaan dengan istri dan mahram.
Sedangkan jika yang diimami oleh laki-laki adalah satu wanita yang bukan mahram, maka haram bagi laki-laki dan perempuannya.
Dikutip dari Rumaysho.com, adapun jika mengimami banyak wanita lalu laki-laki yang jadi imam itu seorang diri, maka dibolehkan menurut jumhur (kebanyakan ulama). Demikian pula menjadi pendapat ulama Syafi’iyah seperti yang dinyatakan oleh Ar-Rafi’i.
Adapun hadits yang membahas masalah ini, diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah masuk pada wanita.”
Lantas seorang dari kalangan Anshar berujar, “Apa pendapatmu mengenai al-hamwu (ipar)?”
Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ipar itu maut.” (HR. Bukhari; Muslim).[inspirasidata.com]
Read More
Admin ID

Ada Kasih Sayang Allah di Balik Ujian yang Datang.

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Setiap insan yang ada di muka bumi ini memiliki episode kehidupannya masing masing, dan tentu di setiap episode kehidupan yang berjalan tidak dapat di pungkiri bahwa di dalamnya selalu ada ujian yang datang. Ujian ini bisa jadi berupa teguran dan juga bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersihkah atau dengan hati yang keruh dengan noda hitam. Maka Hanya insan yang berhati bersihlah yang mampu mengambil saripati hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan kepadanya, bahwa sesulit apapun ujian yang datang pada dirinya akan diyakini bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari episode episode sebelumnya. Sementara bagi seorang insan yang berhati keruh akan menganggap setiap ujian yang hadir merupakan bencana yang tak ada ujung penyelesaian masalahnya, sehingga muncul rasa cemas, gelisah, dan kepanikan yang tidak menenangkan lahir dan batin.
Ada rahasia dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa di setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi).
Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita. Ujian yang datang membuktikan bahwa diri kita ini begitu lemah, sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ujian yang datang bukan karena Allah benci kepada kita, tapi sungguh karena Allah sayang kepada kita.
Simaklah Firman Allah SWT yang begitu indah ini,
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah/94:1-8)
Melalui Ayat ini Allah SWT ingin mengingatkan kepada kita akan janjiNya bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan harus kita yakini bahwa Allah memiliki banyak pintu kemudahan agar kita bisa melewati setiap ujian yang datang, maka sudah seharusnya kita mengikutsertakan selalu hati yang bersih dan keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan dekatnya pertolongan Allah mana kala kita pun dekat denganNya. Jangan pernah ragu akan janji datangnya pertolongan Allah, Allah lah yang punya kuasa membalikkan keadaan, Allah lah yang memiliki kuasa menjadikan kita tersenyum bahagia selepas kita menangis, dan Allah lah yang memiliki kuasa atas setiap jawaban di setiap ujian yang kita hadapi, Jangankan Menenangkan ombak yang ganas, menenangkan air mata kita yang larut di pipi dan mengubahnya menjadi senyuman yang manis pun Allah sudah pasti sanggup. Maka untuk apa kita ragu, yakinlah ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang dan mulai saat ini, ketika ada ujian yang datang haruslah kita Hadapi, Hayati dan Nikmati. Karena sungguh bisa jadi ujian yang Allah berikan kepada kita adalah sebuah undangan khusus dari Allah agar kita bisa kembali dekat denganNya.
Wallahualam Bissawab.[Dakwahtuna.com]

Read More
Admin ID

Sejarah Islam Di Indonesia

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Allah WT Berfirman dalam Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 111.
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal…” (QS. Yusuf ayat 111).

Sangat penting mempelajari sejarah dakwah Islam di Indonesia. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an ayat 111 bahwa mempelajari sejarah terdapat ibrah (pelajaran). Dengan memepelajari sejarah di masa lampau, kita dapat mengambil pelajaran untuk di masa yang akan datang dibuat perencanaan atau konsep yang lebih baik khususnya untuk dakwah di tanah air kita, Indonesia. Sesuai dengan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini “.

Bahasa merupakan nilai tertinggi dari suatu peradaban. Suatu bangsa dipengaruhi nilai tertentu jika bahasanya dipengaruhi oleh nilai tersebut. Bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab (bahasa Al-Qur’an) contohnya kata ibarat yang kata dasarnya dari ibrah ini yang bermakna pelajaran dan masih banyak lagi bahasa indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia sudahdipengaruhi oleh budaya islami.

Sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui babak – babak yang penting:

1. Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).

Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Dai yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradaptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) dakwah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.
Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai dai (juru dakwah). Kewajiban berdakwah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan di agama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama, yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Bana “ Nahnu du’at qabla kulla syai“ artinya kami adalah dai sebelum profesi-profesi lainnya.

Sampainya dakwah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.

Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.

2. Babak kedua, abad 13 masehi.

Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina di wilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.

Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan dakwah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan dakwah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:

    a) Perdagangan
    b) Pernikahan
    c) Pendidikan (pesantren)

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    d) Seni dan budaya

Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia di hadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada di Indonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.

    e) Tasawwuf

Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.
3. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.

Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum muslimin beserta ulamanya.

Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

    Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
    Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

4. Babak keempat, abad 20 masehi

Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al-Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-¬pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.

Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.

Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam di bawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.

Dakwah Islam di Indonesia terus berkembang dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam ‘Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi ke-Islaman tersebut.

Di masa pendudukan Jepang, dilakukan strategi untuk memecah-belah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama di pusat dengan di daerah, sehingga ulama-ulama di desa yang kurang informasi dan akibatnya membuat umat dapat terbodohi.

Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama. Tetapi ada kalimat yang kontroversi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “ lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.

Babak kelima, abad 20 & 21.

Pada babak ini proses dakwah (Islamisasi) di Indonesia mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim. Dengan kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar di dunia, tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya.[dakwatuna.com]

Read More
Admin ID

Hadits Qudsi : 70.000 Orang Islam Masuk Surga Tanpa Hisab.

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Dari rifa’ah Al-Juhanni ra. Dia berkata, kami (sahabat-sahabat) hidup bersama Rasulullah saw. Ketika kami sampai di Al-Kadid atau beliau mengatakan Qudaid: beberapa sahabat kami mulai minta izin untuk mengunjungi keluarga mereka, lalu beliau memberi izin kepada mereka. Tiba-tiba Rasulullah saw berdiri, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian beliau bersabda: Bagaimana sikap orang-orang yang berada di sisi pohon yang menghadap Rasulullah saw marah kepada orang-orang yang ada di sisi yang lain. Ketika itu saya melihat mereka menangis. Lalu ada seorang pria berkata: Sesungguhnya orang-orang minta izin kepada engkau sesudah peristiwa ini adalah halal. Lalu beliau memuji Allah dan beliau bersabda: Aku bersaksi bagi Allah, seorang hamba meninggal, dia (telah) bersaksi bahwa: Tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah benar-benar dari lubuk hatinya, kemudian bersungguh-sungguh (berarti) dia berjalan ke surga. Dan beliau bersabda: Dan sungguh Tuhanku Azza wa Jalla telah berjanji kepadaku bahwa Dia akan memasukkan (Ke surga) 70 ribu orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa siksa. Dan aku benar-benar berharap agar yang 70 ribu tidak masuk surga (lebih dulu) sehingga kalian dan orang-orang shalih dari bapak-bapak kalian, istri-istri kalian, keturunan kalian sudah mengambil tempatnya (masing-masing) di surga. Dan beliau bersabda: bila telah lewat separuh malam atau beliau bersabda dua pertiga malam, Allah Azza wa Jalla turun ke langit dunia, lalu Dia berfirman: Aku tidak menanyakan perihal hamba-hambaKu kepada orang lain. Barangsiapa mohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia. Siapa yang berdo’a kepada-Ku,  Aku kabulkan do’anya, siapa yang minta kepada-Ku Aku kasih. Sehingga terbit fajar.
Derajat hadits: Shahih
Rawi Hadits:
Ahmad dalam: Musnadnya (4/16)
Ad-Darimi (1/347)
Ibnu Majah dalam: Sunannya (1367)
An-Nasa’i dalam: Amalul Yaumi wal Lailah (475)
Ibnu Khuzaimah dalam: Kitabut-Tauhid (1/313)
Al-Ajizi dalam Asy-Syari’ah (hal. 310)
Periksalah shahih Sunan Ibnu Majjah (1125)
At-Thabarani dalam: Al-Mu’jamul-Kabir (550 No.4557,4558).
Sumber : Hadits Qudsi Shahih dan Penjelasannya, Al Imam Abi Al Hasan Nuruddin, Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qoriy

Read More
Admin ID

Jangan Menyepelekan Shalat

Sahbat ID ( Inovasi Dawkwah)
Kakak perempuan Fulan telah meninggal dunia. Saat Fulan ikut mengubur kakaknya, kantung uangnya terjatuh dan tertimbun tanah, ia tak sempat mengambilnya.

Jangan Menyepelekan Shalat


Setelah upacara pemakaman selesai dan semua orang yang melayat sudah pulang, Fulan menggali kembali kuburan kakaknya untuk mengambil kantung uangnya yang tertimbun.

Betapa terkejutnya Fulan, dari liang kubur kakak perempuannya itu keluar api menyala. Dengan cepat Fulan menimbun kembali kuburan itu, ia mengurungkan niatnya mengambil kantung uang miliknya.

Bergegas ia pulang ke rumah dan dengan menangis ia menemui ibunya.

“Ibu apa yang telah diperbuat kakak perempuanku, hingga terjadi demikian?” tanya Fulan kepada ibunya.

“Apa yang terjadi, anakku? ”

“Ketika aku menggali kubur kakak untuk mengambil kantung uangku yang terjatuh, keluarlah api dari liang kuburnya,” kata Fulan, menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.

Mendengar cerita anaknya, sang ibu hanya diam terpaku. Pandangannya menerawang jauh, air matanya meleleh membasahi kedua pipinya. Ia sangat menyesali apa yang telah diperbuat anak perempuannya semasa hidup.

“Apa yang dilakukannya ibu ?” tanya Fulan lagi. Rasa ingin tahunya semakin besar melihat reaksi ibunya.

“Wahai anakku, Fulan. Kakak perempuanmu dulu semasa hidupnya suka menyepelekan shalat, dan mengakhirkan shalatnya.” jawab ibu Fulan dengan sedih.[akhwatmuslimah]

Read More