Admin ID

Orang ini mengenali rumahnya di surga kelak.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Tidak mudah bagi kita untuk bisa masuk surga. Namun, jika kita dengan sungguh-sungguh berniat untuk selalu melakukan perbuatan baik maka Allah akan memberikan jalan-Nya. Bahkan, orang ini hingga bisa menemukan rumahnya di Surga. Orang ini mampu mengenali rumahnya di surga karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah padanya.

Orang Ini Mampu Mengenali Rumahnya di Surga

Allah telah menyediakan dua tempat kembali di akhirat kelak, yakni surga dan neraka. Surga merupakan tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun, tidak mudah untuk bisa menggapai surga karena kita membutuhkan bekal amal saleh yang banyak. Bahkan, dengan amalan yang banyak pun kita juga harus berusaha menggapai rahmat Allah SWT. Berbeda dengan neraka dimana di dalamnya penuh dengan kepedihan yang begitu menyakitkan. Untuk bisa masuk ke dalam neraka ini pun akan terasa lebih mudah karena segala yang dilarang oleh Allah merupakan kenikmatan dunia. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati benar agar tidak terjerumus dengan kenikmatan sesaat di dunia ini. Ingatlah kenikmatan surga yang akan Anda dapatkan jika melakukan perbuatan baik dan beramal saleh.

Sebuah dalil menyebutkan bahwa salah seorang di antara kita lebih mengenal rumah kita yang ada di surga dibanding pengenalan mereka terhadap rumah yang berada di dunia.

Apabila orang-orang yang beriman itu selamat dari neraka maka mereka akan ditahan di jembatan di antara neraka dan surga. Mereka kemudian akan diqishash guna untuk semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama masih hidup di dunia. apabila sudah disucikan dan dibersihkan maka mereka pun diizinkan untuk masuk ke dalam tempat penuh kenikmatan ini, yakni Surga.

Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan dimana dibuat untuk mereka yang beriman dan beramal shaleh.Inilah surga yang diberikan kepada umat manusia karena amal ibadahnya selama masih hidup di dunia.

Di setiap amal perbuatan pasti akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya. Rahmat dari Allah inilah yang mengantarkan kita ke dalam Surga sesuai dengan kadar kebaikan kita.

Kemudian bayangkan saat Rasulullah bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam al-Bukhari bahwa amal salah seorang di antara kita tidak akan bisa memasukkan kita ke dalam surga.

Para sahabat pun bertanya apakah itu termasuk Rasulullah?

Ternyata Rasulullah tidak termasuk, kecuali jika Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada beliau.

Seperti yang kita tahu bahwa Rasulullah adalah manusia mulia dimana begitu banyak amalan baiknya. Dengan banyak amalan pun, Rasulullah tetap tidak akan masuk surga tanpa adanya rahmat dari Allah. Lantas bagaimana dengan orang yang memiliki sedikit amalan saja, seperti kita? Bahkan, kita memiliki banyak dosa, tidakkah kita memikirkan bagaimana nasib kita di kehidupan akhirat?

Dari penjelasan ini, kita bisa merenungkan nasib kita di akhirat. Kehidupan dunia ini hanyalah bersifat sementara sedangkan kehidupan yang sesungguhnya merupakan kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, kita harus memikirkan kehidupan yang abadi tersebut .Kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk bisa selamat dari siksaan di neraka. Banyak amalan yang dapat kita lakukan, baik wajib maupun sunnah. Bahkan, kita telah memiliki suri tauladan yang patut untuk dicontoh setiap perbuatan dan perkataannya, yakni Nabi Muhammad SAW. Ingatlah bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan Anda dari kepedihan adzab Allah kecuali dengan amal ibadah Anda sendiri sehingga orang ini mampu mengenali rumahnya di surga.[kumpulanmisterius]
Read More
Admin ID

Menikah di usia muda,Rieeki lancar.

Menikah di usia muda,Rieeki lancar.
Sahbat ID ( Inovasi Dakwah )
Islam memang mengajarkan untuk tidak pacaran sebelum menikah. Jika sudah mantap, yakin, usia juga sudah dirasa cukup, bolehlah menikah antara lelaki dan perempuan. Dan ini lebih berkah karena sudah menjadi suami istri, mau membangun keluarga baru yang sakinah mawadah warahmah serta merintis usaha jelas lebih mudah.

Namun, di Indonesia menikah muda masih diidentikkan dengan suatu yang janggal. Masih banyak orang yang menganggap sebelah mata mengenai orang yang menikah muda. Pasti selalu ada pembicaraan buruk. Memang menikah muda butuh kemantapan hati yang besar. Padahal, tak selamanya menikah muda berawal dari hal yang buruk.

 Sally Giovani, seorang muslimah asal Cirebon, Jawa Barat, yang memantapkan diri untuk menikah di usia muda, yaitu 17 tahun, setelah ia tamat SMA. Sally berasal dari keluarga broken home, dimana ia hanya hidup bresama sang ibu. Ia lalu memutuskan menikah muda dengan kawannya yang berusia sama dengannya. Banyak yang mencibir, tapi Sally tetap mantap.
Awal mula usaha
Karena lulus SMA langsung menikah, jadi mereka mencari nafkah dengan membuka usaha. Usaha awal mereka adalah berjualan kain kafan. Sally melihat peluang yang besar dari bisnis tersebut, karena sedikitnya pesaing, dan pasti dibutuhkan dan dibeli.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemesanan mulai lesu. Orang yang membeli tidak melakukan repeat order. Sehingga, Sally memutar otak dan mencari peluang bisnis lainnya. Kebetulan, ia berada di lingkungan yang banyak terdapat pengrajin batik.


Karena itulah, ia berkeliling memasarkan kain kafannya kepada para pengrajin batik, karena bahan untuk batik katun adalah kain kafan. Dari berkeliling itulah ia mendapatkan ilmu yang berharga. Ia jadi tahu bermacam-macam jenis batik sampai ia pun menguasai cara membuat berbagai jenis batik.

Sally pernah mengalami hal yang menyedihkan, yaitu jualannya tidak laku. Di tahun 2007, ia pergi ke Tanah Abang, Jakarta, untuk menjual batik hasil kreasinya. Tapi, tak ada yang membeli. Ia pun bertanya pada para penjual batik yang laris, dibelilah beberapa dan dibawanya batik tersebut ke Cirebon untuk dipelajari dan dibuat motif yang mirip.

Titik balik keberhasilan
Karena kekreativitasan yang dimiliki Sally dan keberhasilannya memodifikasi motif batik, ia kembali ke Tanah Abang dengan percaya diri batik buatannya akan laku. Benar saja, batik buatannya diserbu pembeli. Ia pun melebarkan sayap di Pasar Baru, Bandung, dan berbagai kota di Indonesia termasuk juga Bali.

Demi mewujudkan kesuksesannya, ia harus berjuang dengan tidur di mushola, masjid, mandi di SPBU, hingga ketiduran di jalan, dan berbagai hal lainnya.

Karena kesuksesannya itu, Sally dengan Trusmi Grup-nya dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia. Saat itu, ia baru berumur 22 tahun, tapi sudah memiliki pusat perbelanjaan yang luasnya satu setengah hektar. Belum lagi 10 outlet yang tersebar di 10 kota besar Indonesia.

Dari bisnis yang ia miliki ini, ia memiliki sekitar 800 karyawan, dengan para pengrajin jika digabungkan berjumlah sekitar 1.250 orang. Banyak sekali karyawan Sally, tapi ia masih ingin memiliki 1 juta karyawan agar ia bermanfaat lebih besar bagi orang lain.
Tips sukses dari Sally

Tips yang dibeberkan Sally agar dapat meraih kesuksesan adalah harus berani memulai. Ia mengharamkan dua kata untuk diucapkan, yaitu "nanti" dan "tapi". Selalu pantang menyerah, terus berproses, tidak pernah berhenti belajar, dan belajar dari kegagalan untuk menuju sukses. Selain itu, barengi dengan kesungguhan dan do'a yang tiada henti kepada Allah Ta'ala.

Bisnis batik Trusmi ini dikelola oleh Sally dan suaminya. Ketika sudah rapi dari semua segi, suami Sally ingin memulai bisnis yang berbeda, yaitu bisnis properti. Salah satu apartemen yang sukses dibangun sang suami dengan tim bisnisnya adalah apartemen di kawasan Alam Sutera Tangerang Selatan, Banten.

Menikah di usia mudah bukanlah hambatan untuk mencapai kesuksesan, salah satu buktinya telah dialami oleh Sally Giovani dan sang suami. Mereka malah sekarang menjadi salah satu orang kaya di Indonesia. Bahkan, jika menikah muda dijalani dengan benar, sesuai syariat agama Islam dan kekompakan suami istri tetap terjaga, maka kesuksesan bukanlah sulit untuk diraih.
Read More
Admin ID

Pahala Besar Bagi seorang Istri yang Lakukan 4 Hal Ini Untuk Suaminya di Malam Jum’at

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Seorang istri bisa panen pahala di malam Jum’at. Bahkan, dengan aktifitas penuh suka bersama suaminya.

Apa saja aktifitas itu? Ini 4 di antaranya:

1. Mengajak Suami Baca Surat al-Kahfi
Membaca surat Al Kahfi merupakan amalan sunnah di malam Jumat. Bisa pula dikerjakan di siang hari Jumat.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ad-Darimi; shahih)

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat bertahan hingga satu pekan.
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia diterangi oleh cahaya antara dua Jumat” (HR. An Nasa’i, Baihaqi dan Al Hakim; shahih)

Jika seorang istri mengajak suaminya membaca surat Al Kahfi, maka pahala dan keutamannya semakin berlipat.

2. Mengajak Suami Membaca Shalawat
Membaca shalawat juga termasuk amalan sunnah di malam dan hari Jumat. Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya memperbanyak membaca shalawat di waktu ini.

Di antara keutamaan membaca shalawat adalah sebagaimana yang diterangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bahwa muslim yang paling banyak membaca shalawat kelak akan menjadi orang yang paling dekat dengan beliau di surga.
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap hari Jumat. Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi; hasan lighairihi)

Istri yang membaca shalawat, ia memperoleh pahala dan keutamaan bagi dirinya. Namun jika ia mengingatkan suaminya agar melakukan amalan sunnah ini, maka akan semakin banyak pahalanya.

3. Melayani Suami Dengan Penuh Cinta
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa jima’ antara suami dan istri adalah sedekah. Ia mendapatkan pahala atas hubungan halal ini, sebagaimana seseorang mendapatkan dosa jika ia berzina.
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Hubungan badan antara kalian (dengan istri) adalah sedekah”. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, ”Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sedangkan tentang keutamaan jima’ di malam/hari Jum’at, hadits yang dapat dijadikan rujukan adalah berikut ini:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Barang siapa mandi pada hari Jum’at, membersihkan badannya dan bersegera (pergi ke masjid) kemudian berdiam diri dengan penuh konsentrasi, mendengarkan (khutbah), maka setiap langkah yang diayunkan mendapatkan pahala seperti pahala setahun, yaitu pahala puasanya dan shalat malamnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i dan Ahmad)

Mandi dalam hadits itu menurut satu pendapat, adalah mandi janabat. Pandangan itu diperkuat dengan tambahan pada riwayat Tirmidzi, setelah hadits itersebut:.
قَالَ مَحْمُودٌ قَالَ وَكِيعٌ اغْتَسَلَ هُوَ وَغَسَّلَ امْرَأَتَهُ

Mahmud (perawi) berkata, Waki’ berkata, dia sendiri mandi dan juga memandikan istrinya

Namun, sebagian besar ulama menolak pandangan tersebut dengan berhujjah bahwa mandi pada hadits tersebut tidak selalu didahului dengan hubungan suami istri. Kalaupun yang dimaksud adalah mandi jinabat, maka jima’nya dilakukan pada Jum’at pagi, bukan Jum’at malam. Sebab mandi Jum’at disunnahkan sebelum berangkat shalat. Dan orang berangkat shalat Jum’at umumnya pagi.

Lepas dari apakah hubungan suami istri termasuk sunnah di malam Jumat atau sama dengan hari biasanya, ia tetap berpahala. Dan istri yang melayani suaminya dengan baik, dengan service excellent, ia mendapatkan pahala yang besar.

4. Membangunkan Suami Untuk Shalat Tahajud
Amal ini bukanlah amal khusus malam Jumat saja. Namun amal harian. Tiap malam. Sebagaimana bisa dilakukan di malam apa pun, ia juga bisa dilakukan di malam Jumat.

Keutamaannya luar biasa. Istri yang membangunkan suami dan mengajaknya qiyamul lail, ia akan mendapat rahmat dari Allah. Bahkan keduanya akan mendapatkan rahmat dari Allah. Rahmat dari Allah ini merupakan kunci cinta dan kasih sayang (rahmah) suami istri.
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِى وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِى وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jadi, jika ingin kasih sayang suami istri abadi, biasakanlah qiyamul lail dan membangunkan pasangan untuk juga melakukannya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: webmuslimah.com

Read More
Admin ID

5 Kisah Keajaiban Sedekah yang Bikin Kita Ikhlas Kosongkan Dompet

5 Kisah Keajaiban Sedekah yang Bikin Kita Ikhlas Kosongkan DompetSahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Sudah bukan rahasia lagi jika salah satu cara cepat kaya tapi halal adalah dengan sedekah. Memang secara logika, sedekah akan membuat milik kita berkurang alias minus. Namun dipandang dari kacamata Islam, sedekah justru malah menambah. Jadi, makin kita banyak mengeluarkan, makin banyak pula yang kita dapatkan..

Mengenai sedekah yang justru menambahkan bisa kita tengok dalam Surat Al-An’am ayat 160. Allah berfirman jika untuk sebuah sedekah maka 10 kali lipat balasannya, dan ini adalah janjiNya. Jadi, rasanya tak perlu kita mempertanyakan keabsahan dari fadilah sedekah ini.

Nah, sekarang kita bicara bukti. Ya, tentu saja banyak sekali orang-orang yang sudah merasakan khasiat sedekah ini. Percaya atau tidak, satu sedekah memang nyaris dibayar 10 kali lipat, bahkan seringkali lebih. Berkat khasiat sedekah pula banyak orang-orang yang kemudian karirnya sukses, jadi orang kaya dan sebagainya. Berikut adalah kisah fenomenal orang-orang yang sudah membuktikan janji Allah perihal sedekah tersebut.

1. Kisah Sedekah Berbalas Seribu Kali
Suatu ketika ada seorang pria paruh baya yang ingin menghadiri sebuah pengajian. Namun langkahnya terhenti gara-gara vespanya mogok tiba-tiba. Uang dikantung tinggal Rp 5000. Sayangnya, pom bensin jalannya berlawanan dengan tempat pengajian. Kemudian lantaran takut telat, pria ini pun mendorong vespanya ke tempat pengajian dan akan mengisi bensin nanti.

Siapa yang menyangka jika pengajian saat itu membahas sedekah. Di akhir tausiah, sang ustad menghimbau jamaah untuk melakukan sedekah dalam rangka membantu masjid. Sang pria pun bingung, hanya Rp 5000 yang dimilikinya. Bahkan nanti mau dibelikan bensin. Setelah berdebat dengan diri sendiri, pria ini pun menyedekahkan uang satu-satunya itu.

Benar saja, ia harus mendorong vespanya yang berat itu. Sempat muncul sedikit sesal hingga akhirnya sebuah mobil menghampirinya. Ternyata rekan satu jamaah si pria tersebut. Lalu setelah ngobrol singkat, teman si pria ini membelikan seliter bensin seharga Rp 10 ribu. Tak cuma itu, ketika hendak pulang teman si pria ini memberikan sebuah amplop yang belakangan diketahui isinya lima juta utuh.

2. Sedekah Untuk Membeli Pekerjaan
Sabrina tak pernah menyangka jika mencari kerja ternyata sesulit ini. Ya, wanita satu ini sudah beberapa tahun menganggur setelah lulus kuliah. Bukannya tak berusaha, tapi Sabrina sudah memberikan banyak amplop coklat berisi lamaran ke banyak perusahaan. Sayangnya, tak ada satu pun yang memanggilnya kerja.

Hingga suatu ketika ia teringat akan sedekah yang konon bisa mempermudah urusan. Maka kemudian ia mencoba melakukan sedekah tersebut. Sempat ada panggilan, namun sayangnya Sabrina tak bisa masuk kualifikasi.

Meskipun masih tetap gagal, Sabrina konsisten untuk bersedekah.Hingga suatu ketika keajaiban benar terjadi. Ia mendapatkan panggilan interview dan akhirnya lolos. Kini Sabrina bisa sangat tenang hidupnya dengan gaji yang menurutnya sudah lebih dari cukup.

3. Sedekah Bisa Juga untuk Membeli Jodoh
Dalam sebuah seminarnya, Ustad Yusuf Mansur menceritakan kisah seorang wanita berusia 37 tahun yang belum mendapatkan jodoh. Sama seperti wanita pada umumnya, salah satu jamaah Ustad Yusuf ini takut kalau tidak bisa menikah lantaran usianya yang katanya tidak lagi diminati banyak pria. Namun Ustad menawarkan sedekah sebagai solusinya.

Ketika itu si wanita ini mendapati sebuah masjid yang butuh renovasi. Teringat akan ucapan Ustad, maka si wanita tersebut tanpa pikir panjang langsung memberikan uang yang ada di dompetnya sejumlah Rp 600 ribu. Janji Allah memang takkan pernah meleset. Sebulan setelah peristiwa sedekah itu, sang wanita untuk pertama kalinya dilamar oleh seorang pria dan tak lama mereka pun menikah.

4. Tukang Bubur Naik Haji
Mungkin bukan cerita asing di telinga, namun kisah tukang bubur ini nyata dan bisa kita jadikan pelajaran. Dikisahkan, seorang pria tukang bubur begitu ngebet ingin naik haji. Tak cuma dirinya, namun juga istri dan ibunya.

Namun sayangnya pekerjaan tukang bubur sampai kapan pun tak kan pernah bisa memberangkatkan mereka haji, begitu kata si pria. Meskipun demikian, sang tukang bubur tetap konsisten sambil meminta doa sang ibu, tak lupa pula ia juga menyedekahkan sebagian rezekinya.

Selain memberikan sedekah rutin berupa bubur dan uang, sang pria juga pernah memberikan semua buburnya ke sebuah rumah yatim. Di saat yang bersamaan, ternyata si pria juga sudah memiliki tabungan haji.

Keajaiban pun terjadi ketika ia hendak menyetorkan uang ke bang. Siapa yang menyangka ia memenangkan sebuah mobil. Dan berita bagusnya, mobil tersebut bisa ditukar dengan ongkos naik haji untuk beberapa orang.

Pria tukang bubur ini pun berangkat dan bersama-sama dengan istri dan ibunya. Semua orang dibikin tak percaya dengan kisah nyata ini. Namun Allah lagi-lagi takkan pernah lupa memberikan balasan kepada hambanya yang berbuat baik.

5. Hutang Rp 100 Juta Lunas Seketika
Punya hutang Rp 100 juta dan tak ada yang bisa dibayarkan, sudah pasti rasanya seperti ingin mati saja. Namun si pria pemilik hutang tersebut untungnya tidak berpikiran pendek walaupun hutang tersebut sangat menyiksanya. Hingga akhirnya Allah memberikan petunjuk dengan membuat pria tersebut hadir dalam sebuah pengajian.

Pas sekali tausiah dalam pengajian tersebut adalah tentang sedekah. Dalam salah satu poinnya, sang Ustad mengatakan jika sedekah bisa membuat hutang terselesaikan. Berbekal keyakinan itu, sang pria pun menyedekahkan Rp 100 ribu, uang satu-satunya yang ia miliki di dompet.

Pulang pengajian, ternyata ia malah tertabrak mobil. Namun dari sini hutangnya nanti akan benar-benar lunas.Bukan lantaran sang pria tersebut mati dan si pemilik hutang mengikhlaskannya, tapi lantaran si penabraknya adalah orang kaya yang dermawan. Singkat cerita, si orang kaya ini membiayai pengobatan si pria dan sekaligus hutangnya yang berjumlah Rp 100 juta itu.

Begitulah sedekah, ia bekerja dengan cara-cara yang sama sekali tak bisa dinalar secara logika. Sebenarnya masih banyak lagi cerita lain tentang keajaiban sedekah yang memang terbukti secara nyata.

Nah, mulai sekarang sepertinya kita tak perlu ragu lagi mengamalkan sedekah sebagai jalan penyelesai masalah dan segala beban kita. Percayalah jika Allah akan memudahkan kita dengan jalan bersedekah ini.

Sumber: boombastis.com


Read More
Admin ID

Dosa Hutang Tidak akan di ampuni.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Jadi trend dikala ini, bila tidak dapat mempunyai kendaraan kredit dapat jadi solusinya. nah, gimana perihal ini, karna sepanjang ini belum sempat terdapat kredit syariah buat kendaraan. sesungguhnya gimana peran hutang ini bagi agama.
Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).

Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim nomor. 1886)[Hikmah Kisah Islam]
Read More
Admin ID

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Ada banyak orang yang tanpa sadar tengah meremehkan dosa. Mungkin kita berpikir dosa yang kecil tidaklah mengapa. Padahal, dari dosa kecil itulah akan tercipta dosa yang besar.

Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan,” (HR. Bukhari no. 6492).

Jika disebutkan bahwa ia sangka suatu dosa itu lebih tipis dari rambut, itu tanda meremehkan dosa. Padahal sesuatu yang dianggap sepele seperti ini di sisi Allah begitu besar.

Disebutkan dari jalur Ibrahim bin Al Hajjaj dari Mahdi, “Kami menganggapnya sebagai dosa kala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Ibnu Batthol mengatakan, “Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.”

Abu Ayyub Al Anshori berkata, “Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.”

Sumber: islampos.com

Read More
Admin ID

Mempertanyakan bentuk Allah,tuhan yang di sembah Umat Islam akhirnya pendeta ini masuk islam

Mempertanyakan bentuk Allah,tuhan yang di sembah Umat Islam akhirnya pendeta ini masuk islam
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Mantan Pendeta bernama Stevanus Vernanda Vountain S.Th kini telah mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam. Dengan nama barunya Muhammad Hijery, ia mengisahkan bagaimana sampai ia bisa mendapatkan hidayah tersebut.

Pada awalnya, ia ikut bergabung dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gunung Mas, KalTeng dengan mewakili agamanya dahulu yakni Kristen. Di forum tersebut ia banyak bersilaturahmi dengan para ulama dan salah satu Ustadz. Dengan Ustadz tersebut, ia banyak berdiskusi dan melakukan komunikasi intensif. Alhasil pada suatu hari, ia bertanya sambil meminta maaf sebelumnya.

“Saya bertanya kepada Ustadz teman saya itu, apa yang disembah umat muslim saat melakukan shalat? Kan tidak ada siapapun atau benda apapun. Sungguh beda dengan agama Kristen yang ketika sembahyang jelas ada yang disembah. Namun bukannya dijawab, justru Ustadz tersebut balik bertanya.”

Sang Ustadz berkata, “Bagaimana bentuk dan warna angin?”. Pendeta tersebut diberi waktu semingguan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan untuk membuatnya semangat, sang Ustadz rela untuk berpindah agama jika berhasil menjawabnya.

Bingung mencari jawaban sendiri, akhirnya ia menanyakan kepada pendeta yang lebih senior. Namun bukannya mendapat jawaban, ia justru ditertawakan dan akhirnya ia menyerah karena tidak tahu jawabannya.

Ustadz tersebut berkata, “Saya sudah menduga pasti kamu tidak akan bisa menjawabnya.” Ia melanjutkan bahwa jika angin yang bisa dirasakan oleh manusia saja tidak tahu bagaimana bentuk dan warnanya, apalagi Allah yang menciptakan angin. Itu karena sesungguhnya manusia terlalu lemah untuk mengetahuinya.

Sang pendeta kemudian menjadi merenung dan memikirkan terus perkataan tersebut.

Akhirnya di tengah kegelisahan yang luar biasa, ia pun bersyahadat bersama dengan istri dan anaknya.

Alhamdulillah

Sumber: kabarmakkah.com

Read More
Admin ID

Semakin tinggi semakin merunduk

Semakin tinggi semakin merunduk
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”

Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.

Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”

Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).

Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu ( rendah hati ), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.

Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat.

Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus.

Sumber: fiqhmenjawab.net


Read More
Admin ID

PELUKLAH ISTERI DISAAT DIA MENANGIS

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Ust.Bakhriar Nasir
Bila istrimu menangis di hadapanmu, peluklah dia,
biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat.
Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa
lebih nyaman dan selain menangis dalam pelukkanmu..!!
Bila istrimu mengatakan tentang kesalahanmu, tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu...!!!
Bila istri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagi kalian, saatnya membuang gengsi...!!!
Bila istri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu kejarlah dia..
Bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannya sendirian
Bila istrimu berkata "Kamu pergi saja" aku tidak mau memperdulikanmu" jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya dibibir saja, sedang hatinya tidaklah demikian, sebenarnya itu adalah saat dimana dia paling membutuhkanmu..!!
Bila istrimu marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semuanya..
Belikan makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia, jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan..!!!
Hargai istrimu, tidak perlu berfikir terlalu rumit, Apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya...!!
Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami...!!
Memaafkan bukan berarti lemah..
Melainkan sebuah kepedulian dan menghargai...
.
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin..
Read More
Admin ID

Majelis dzikir

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillahsahabatku tercinta karena Allah kembali kita simak indahnya keutamaan Majlis Zikir dan Ilmu :

Allah berfirman,

"Di rumah-rumah (mesjid) yang di­beri izin oleh Allah buat ditinggi­kan dan disebut sebut namaNya, baik pagi atau petang" (QS An Nur 36).

Rasulullah bersabda,

“Tidak satu kaumpun yang duduk dzikir kepada Allah Ta’ala, kecuali mereka akan dikelilingi Malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah pada siapa-siapa yang berada disisi-Nya” (HR.Muslim, Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).
                     
“Rasulullah pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, tanyanya, "Mengapa kalian duduk disini?", Ujar mereka, "kami duduk disini adalah untuk dzikir pada Allah Ta’ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan kurnia yang telah diberikan-Nya pada kami dg menganut agama Islam". Rasulullah bertanya, "Demi Allah tak salah sekali! Kalian duduk hanyalah karena itu". Mereka berkata, "Demi Allah kami duduk karena itu. Rasulullah berkata, "Dan saya, saya tidaklah minta kalian bersumpah karena menaruh curiga pada kalian, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah swt. telah membanggakan kalian dihadapan Malaikat“ (HR Muslim).

InsyaAllah besok khutbah jum'at di mesjid Az Zikra Sentul, dan kembali Tawshiyah Zikir Akbar ahad besok 9 Rabiul Akhir / 8 Januari mulai 07 00 juga di mesjid Az Zikra Sentul Bogor.

Allahumma ya Allah berkahi persahabatan kami, harakah da'wah kami dan majlis kami...aamiin.

Foto saat Tawshiyah Zikir di mesjid Az Zikra Sentul Bogor.(K.H.Muhammad Arifin Ilham)
Read More
Admin ID

Muslimah China ini mengajar bahasa Arab dengan fasih di salah satu sekolah umum Kuawit

Muslimah China ini mengajar bahasa Arab dengan fasih di salah satu sekolah umum Kuawi
Seorang Muslimah Cina kelahiran Saudi melakukan sedikit yang dia bisa untuk tetap menjaga agar bahasa Arab tetap hidup dengan mengajarkan membaca, berbicara dan menulis bahasa Arab disamping bahasa Cina.

Lahir dari orang tua Cina-Muslim dari provinsi Hainan, Ayah Saeed dibesarkan di Arab Saudi sebelum kemudian keluarganya pindah ke Kuwait di mana dia sekarang bekerja sebagai guru.

“Saya pertama kali belajar bahasa Arab ketika orang tua saya mengajarkan kami Al-Quran. Cintaku terhadap bahasa tersebut tumbuh selama bertahun-tahun dan sekarang saya mengajarkan kepada para siswa bahasa Arab dan bahasa Cina,” ungkap Saeed kepada Al Arabiya sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Ahad (1/1/2017).

Selama musim panas, Ayah Saeed menghabiskan waktunya di Cina mengajar bahasa Arab bagi mereka yang tertarik dengan dunia Arab. Dia mengatakan kepada Al Arabiya bahwa siswa di luar negeri jauh lebih perhatian dalam belajar bahasa Arab.(Berita Islami Terkini)
Read More
Admin ID

KIsah Wanita Jilbabkan hati

KIsah Wanita Jilbabkan hati
Sahbat ID (Inovasi Dakwah)
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam…

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamualaikum, saudariku..”
“Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”

Wanita itu tersenyum.
“Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”

Wanita itu tersenyum lagi.
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka.” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu…tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ” Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Sumber : unknown
Read More
Admin ID

Alhamdulillah, Penginjil Senior & Donatur Gereja Ini Akhirnya Masuk Islam

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Bismillah,

Alhamdulillah semalam Allah pertemukan saya dengan bapak Ev. Bobby Nainggolan, beliau penginjil senior dan mentor saya, pengusaha sukses dan donatur besar beberapa gereja.

3 tahun lalu ketika kami sekeluarga baru masuk Islam, الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ketika itu kami banyak di fitnah, dikucilkan, dimusuhi, dijahati, dizalimi dan secara ekonomi pun kami dihancurkan dan saat istri hamil anak kami, kami pun pernah pernah tidur dari masjid ke masjid tanpa ada jamaah yang tau dan kami ceritakan kondisi kami.

dan saat itu beliau mengira saya memerlukan dunia, beliau mencari dan menawari saya uang Rp 500 juta, mobil E300 AVG AMG dan rumah dengan syarat saya kembali ke gereja..

Ketika itu saya jawab,"tidak usah dibayar pak, saya belajar menghidupkan dakwah, bukan hidup dari dakwah dan saya akan masuk gereja jika boleh berkhotbah lagi, khotbah tauhid."

Kalau Allah saya Maha kaya saya tidak takut miskin, dan kami in syaa Allah bersyukur dalam keadaan apapun karena semua ini pasti mendatangkan kebaikan bagi kami dan yang pasti justru kebahagiaan, damai sejahtera dan ketenangan lahir batin kami dapatkan senantiasa karena Allah saja yang menjaga kami.

Allah akan buktikan meski kami jatuh dalam kemiskinan tapi jutaan umat Islam sayang kepada kami dan tidak membedakan saudara seimannya, itu bentuk persaudaraan Islam pak.

In syaa Allah kalau saya kejar akhirat maka dunia akan mengejar saya, in syaa Allah tujuan saya sudah bukan dunia pak, tidak ada nikmat yang lebih nikmat yang saya rasakan kecuali nikmat mendapat hidayah Allah, nikmat ber Islam.. tidak ada harapan dan cita - cita yang lebih baik daripada dicintai disayangi dikasihi Allah dan mendapat naungan Allah dihari tidak ada naungan selain naungan Allah, karena mati itu kapan saja..

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (QS. An-Naziat: 40)

in syaa Allah saya yakin Allah Azza wa Jalla akan buktikan bahwa kasih sayang dan kuasa-Nya tidak sebatas merentangkan kedua tangan dan mati di gantung di tiang..

Allah Ta'ala yang saya sembah kasih dan kuasa-Nya tidak dapat kita bayangkan, tidak dapat kita pikirkan dan tidak sanggup kita gambarkan..

Sejak saat itu kami hilang kontak.
Dan sambil mengupload foto ini air mata saya kembali keluar, air mata bahagia karena Allah.

الله أكبر‎ الله أكبر‎ الله أكبر‎

Sekarang pak Ev. Bobby Nainggolan sudah masuk Islam, sudah bersyahadat, sudah menjadi mualaf..

Pak Bobby Nainggolan seorang milyuner rela meninggalkan nikmat dunia dan seluruh dunianya untuk Allah dan karena Allah..

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Saat ini pak Bobby banyak difitnah, dimusuhi, dijahati, dikucilkan... ketika kita dijauhi manusia maka mendekatlah pada Allah dan jagalah ibadah dan kedekatan hati dan pikiran kita pada Allah, in syaa Allah semua itu akan semakin membuktikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kita sembah dan kita ibadahi bukanlah ilah ilah yang mereka sembah.

Selamat datang pak Bobby Nainggolan, in syaa Allah karena Allah kita akan berjihad dan menegakkan syariat Allah dalam amar ma'ruf nahi munkar..

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً اتِّقَاءَ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْراً مِنْهُ

Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik.
(HR. Ahmad)

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Semoga kisah pak Bobby dapat kita ambil ibrohnya..

Barakallah fiik..
Hanny Kristianto (Bukan Ustadz)

*sebagaimana dikutip dari laman Facebook Hanny Kristiano
Read More
Admin ID

Pengagum Paus Pun ternyata Bersyahadat

Sahbat ID (Inovasi Dakwah)
Sekitar tiga bulan lalu, seusai shalat Jum’at, seorang pemuda yang masih sangat belia mendekat dan menyapa. Sambil salaman, sang pemuda itu menyampaikan keinginan untuk berbicara dan bertanya mengenai Islam. Dalam benak saya ketika itu, pemuda ini adalah orang Bosnia atau palingan dari Kosovo. Tapi ketika bertanya dengan pertanyaan yang hampir menjengkelkan, misalnya, kenapa kalau shalat itu harus bungkuk? Saya jadi curiga, jangan-jangan memang dia bukan Islam.

“I am sorry but I have to leave!”, kata saya ketika itu. “Sir, I really want to know Islam. Can you suggest me a place to learn?”, tanyanya.

Segera saya tanya “Sorry to ask you. Are you a Muslim?”. Sambil tersenyum dia menjawab “No sir! I live around the mosque, and often time I come to this mosque on friday to listen to you”.

Barulah saya sadar bahwa pemuda ini memang bukan Islam, sehingga pertanyaan-pertanya an yang ditanyakan terkadang nggak masuk akal untuk dipertanyakan. Saya kemudian menganjurkan dia untuk bergabung di Islamic Forum for non Muslim setiap hari Sabtu. Sambil salaman dia berjanji untuk datang keesokan harinya. Saya merasakan kesungguhan dan keinginan yang tinggi untuk tahu Islam dari pemuda ini.

Keesokan harinya, dan bahkan jauh sebelum kelas dimulai, pemuda ini sudah hadir. Dia datang lengkap dengan buku catatan, bahkan nampak membawa alat rekaman. “Hi, I am sorry that I did not ask your name yesterday”, saya memulai. “Morning sir, my name is Harry Shuluk”, jawabnya. Saya terkejut karena seingat saya banyak juga orang Indonesia yang bernama “Harry” (Hari atau Heri). “That’s an Indonesian name”, kata saya. Sambil tertawa dia mengatakan bahwa nama itu juga banyak dipakai di Poland. Orang tuanya adalah warga Amerika keturunan Poland.

Setelah shalat kita pun memulai diskusi tentang Islam dari beragam sudut, termasuk pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia. Biasanya memang diskusi di Forum tersebut tidak fokus ke sebuah subjek khusus. Subyek yang didiskusikan biasanya tergantung kepada situasi riil yang ada saat itu, misalnya pada musim haji kita mendiskusikan lebih banyak mengenai haji. Atau boleh jadi juga tergantung juga kepada pertanyaan awal yang disampaikan.

Siang itu, Harry nampak serius dan tidak banyak bicara. Bahkan hampir selama 2 jam diskusi itu sang pemuda yang belakangan saya ketahui baru berumur 19 tahun itu dan mahasiswa pada NYT-Long Island, hanya mencatat. Bahkan diawal diskusi dia meminta untuik merekam diskusi tersebut “Is it possible to record it?”, tanyanya. Saya memang tidak pernah keberatan, sebab apa yang didiskusikan semuanya murni subyek agama.

Demikianlah, si Harry ini datang dua, tiga atau empat kali ke kelas. Suatu ketika tiba-tiba saya dapat email menanyakan tentang kebersihan rumahnya untuk shalat, karena menurutnya orang tuanya punya anjing piaraan. Tapi yang lebih mengejutkan lagi ketika dia mengatakan “I did convert!”. Saya langsung email balik dan menanyakan di mana dan kapan dia masuk islam? Setahu saya, Harry tidak mengenal siapa-siapa selain saya selama ini.

“I converted in my room!”, jawabnya. Waktu pertama saya menerima email itu saya kira Harry ini bercanda. Lalu saya minta dia menelpon saya, lalu saya tanyakan keseriusan dia memeluk Islam. Setelah dialog beberapa saat, saya dapatkan rupanya dia salah paham dengan penjelasan saya bahwa untuk menjadi Muslim hanya dengan mengucapkan dua kalimah syahadah. Itulah yang dia lakukan sendiri tanpa saksi. Tapi ketika dia melakukan itu, dia sungguh dan ikhlas karena memang telah yakin dengan ajaran ini.

Jum’at setelah pembicaraan itu saya ajak Harry untuk sekali lagi mengikrarkan syahadah “Laa ilaaha illa Allah-wa anna Muhammadan Rasul Allah” di hadapan ribuan jama’ah yang hadir. Nampak dia bangga dengan keislamannya dan dia dengan mantap mengatakan “I really want to be a good Muslim”.

Di suatu hari kita semua berbicara tentang kisah masing-masing. Itu berawal ketika ada seorang peserta yang menanyakan ke saya “How did you decide to be an Imam?”. Dalam benak mereka, Imam itu sama dengan pendeta atau Rabbi yang memang ada sekolah khusus. Saya katakan, saya tidak pernah merencanakan menjadi Imam, tapi kenyataannya orang-orang justeru yang memanggil saya sebagai Imam. Mungkin ini adalah realita bahwa hidup itu semuanya ada dalam geggaman Ilahi, kata saya ketika itu.

Saya kemudian meminta kepada beberapa untuk berbicara mengenai kisah hidupnya, dan bagaimana dia sampai sekarang ini ingin belajar Islam. Ada yang mau dan kebanyakan menolak untuk berbicara. Harry yang biasanya lebih banyak diam, sambil tersenyum angkat tangan. “My grand dad came from Poland”, katanya memulai. Dia bercerita cukup panjang mengenai orang tuanya, yang menurutnya, “not that much religious, but proud to be Catholics.” Harry tumbuh besar dalam rumah tangga yang bangga dengan Katolik, dan bahkan kata Harry “I was crazy about Pope John II”.

Ketika saya tanya, kenapa kagum dengan Pope John? Dia jawab, bahwa sosok dia bagi Harry tidak saja sangat Karismatik dan bijak, tapi lebih dari itu, dia pernah berkeyakikinan bahwa Paus itu adalah representasi tuhan. Sehingga hubungan ’emosi” dengannya merupakan bentuk pengabdian dan kecintaan kepada tuhan itu sendiri. “But now, all this was a history!”, katanya sambil ketawa.

Alhamdulillah, hari demi hari Harry melaluinya denga kehidupan baru sebagai Muslim. Bahkan walau sibuk dengan kuliahnya, dia sennatiasa mengirim email menanyakan banyak hal. Dia ingin sekali mengamalkan agama ini secara sempurna. Bahkan akhir-akhir ini dia nampak menjaga janggutnya, walaupun dia tetap mengatakan bahwa ini hanya karena kecintaan saya kepada Rasul. Dia ingin memberi zakat, tapi dia hanyalah seorang pelajar. Akhirnya dia menanyakan jika dia bisa melakukan amal di masjid (suka rela) sebagai pengganti zakat itu.

Terakhir, Harry rupanya mencari nama baru lewat sebuah buku yang dibelinya. Dia memilih nama Abdul Wadud. Ketika saya tanyakan alasannya memilih nama itu, dia menjawab ” I wanted to be a loving servant of God!” tegasnya.

Semoga Harry, dan semoga jalan anda menuju ridho Allah selalu terjaga!

New York, 16 Desember 2008[dakwatuna.com]

Read More
Admin ID

Inilah Penyebab Runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki

Inilah Penyebab Runtuhnya Kesultanan Ottoman Turki
Sahbat ID (Inovasi Dakwah)
Apakah mungkin kesultanan Ottoman yang mampu meruntuhkan kebesaran kekaisaran Roma bisa mengalami keruntuhan yang parah? Jawabannya ada pada sosok Ibrahim Muteferrika.

Siapakah dia?

Pada tahun 1729, Muteferrika adalah orang pertama yang berhasil mendatangkan mesin cetak ke Turki yang diperkenalkan oleh Gutenberg di Eropa. Sebelumnya sultan Bayezid II dan Selim I melarang semua usaha mengimpor mesin cetak ke Turki.

Sialnya, Muteferrika selalu dibayangi tekanan dan ketakutan. Apa salah Muteferrika? Bukan salah Muteferrika, tetapi mesin cetaknya.

Ketakutan dan kecurigaan Sultan-sultan Ottoman bahwa mesin cetak Muteferrika bisa digunakan untuk mengobarkan revolusi, membuat para sultan Ottoman menerapkan berbagai sensor terhadap kegiatan Muteferrika, sehingga sepanjang hidupnya Muteferrika hanya mampu mencetak 17 judul buku saja.

Akibatnya?
Sekitar abad ke-19, ketika di negara-negara Eropa sudah memiliki tingkat pengetahuan tentang menulis dan membaca di atas 50 persen, di Turki hanya 2 persen dari populasinya yang bisa membaca.
Hal ini yang membuat IPTEK di Turki macet total disaat IPTEK di Barat maju pesat. Kemunduran IPTEK inilah yang membuat Mustofa Kemal Attaturk gampang meruntuhkan kesultanan Ottoman yang telah berdiri selama ratusan tahun.
Dan kalau kemunduran peradaban Kristen butuh waktu ratusan tahun sejak Roma Barat runtuh untuk memulihkan diri, maka kemunduran peradaban Islam juga masih belum pulih setelah hampir seratus tahun kesultanan Ottoman runtuh. ()
Foto: historia.id[satumedia.co]
Read More
Admin ID

Ada Kasih Sayang Allah di Balik Ujian yang Datang.

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Setiap insan yang ada di muka bumi ini memiliki episode kehidupannya masing masing, dan tentu di setiap episode kehidupan yang berjalan tidak dapat di pungkiri bahwa di dalamnya selalu ada ujian yang datang. Ujian ini bisa jadi berupa teguran dan juga bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersihkah atau dengan hati yang keruh dengan noda hitam. Maka Hanya insan yang berhati bersihlah yang mampu mengambil saripati hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan kepadanya, bahwa sesulit apapun ujian yang datang pada dirinya akan diyakini bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari episode episode sebelumnya. Sementara bagi seorang insan yang berhati keruh akan menganggap setiap ujian yang hadir merupakan bencana yang tak ada ujung penyelesaian masalahnya, sehingga muncul rasa cemas, gelisah, dan kepanikan yang tidak menenangkan lahir dan batin.
Ada rahasia dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa di setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi).
Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita. Ujian yang datang membuktikan bahwa diri kita ini begitu lemah, sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ujian yang datang bukan karena Allah benci kepada kita, tapi sungguh karena Allah sayang kepada kita.
Simaklah Firman Allah SWT yang begitu indah ini,
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah/94:1-8)
Melalui Ayat ini Allah SWT ingin mengingatkan kepada kita akan janjiNya bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan harus kita yakini bahwa Allah memiliki banyak pintu kemudahan agar kita bisa melewati setiap ujian yang datang, maka sudah seharusnya kita mengikutsertakan selalu hati yang bersih dan keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan dekatnya pertolongan Allah mana kala kita pun dekat denganNya. Jangan pernah ragu akan janji datangnya pertolongan Allah, Allah lah yang punya kuasa membalikkan keadaan, Allah lah yang memiliki kuasa menjadikan kita tersenyum bahagia selepas kita menangis, dan Allah lah yang memiliki kuasa atas setiap jawaban di setiap ujian yang kita hadapi, Jangankan Menenangkan ombak yang ganas, menenangkan air mata kita yang larut di pipi dan mengubahnya menjadi senyuman yang manis pun Allah sudah pasti sanggup. Maka untuk apa kita ragu, yakinlah ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang dan mulai saat ini, ketika ada ujian yang datang haruslah kita Hadapi, Hayati dan Nikmati. Karena sungguh bisa jadi ujian yang Allah berikan kepada kita adalah sebuah undangan khusus dari Allah agar kita bisa kembali dekat denganNya.
Wallahualam Bissawab.[Dakwahtuna.com]

Read More
Admin ID

Sejarah Islam Di Indonesia

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Allah WT Berfirman dalam Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 111.
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal…” (QS. Yusuf ayat 111).

Sangat penting mempelajari sejarah dakwah Islam di Indonesia. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an ayat 111 bahwa mempelajari sejarah terdapat ibrah (pelajaran). Dengan memepelajari sejarah di masa lampau, kita dapat mengambil pelajaran untuk di masa yang akan datang dibuat perencanaan atau konsep yang lebih baik khususnya untuk dakwah di tanah air kita, Indonesia. Sesuai dengan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini “.

Bahasa merupakan nilai tertinggi dari suatu peradaban. Suatu bangsa dipengaruhi nilai tertentu jika bahasanya dipengaruhi oleh nilai tersebut. Bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab (bahasa Al-Qur’an) contohnya kata ibarat yang kata dasarnya dari ibrah ini yang bermakna pelajaran dan masih banyak lagi bahasa indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia sudahdipengaruhi oleh budaya islami.

Sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui babak – babak yang penting:

1. Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).

Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Dai yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradaptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) dakwah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.
Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai dai (juru dakwah). Kewajiban berdakwah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan di agama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama, yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Bana “ Nahnu du’at qabla kulla syai“ artinya kami adalah dai sebelum profesi-profesi lainnya.

Sampainya dakwah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.

Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.

2. Babak kedua, abad 13 masehi.

Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina di wilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.

Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan dakwah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan dakwah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:

    a) Perdagangan
    b) Pernikahan
    c) Pendidikan (pesantren)

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    d) Seni dan budaya

Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia di hadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada di Indonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.

    e) Tasawwuf

Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.
3. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.

Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.

Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum muslimin beserta ulamanya.

Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:

    Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
    Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.

4. Babak keempat, abad 20 masehi

Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al-Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-¬pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.

Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.

Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam di bawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.

Dakwah Islam di Indonesia terus berkembang dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam ‘Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi ke-Islaman tersebut.

Di masa pendudukan Jepang, dilakukan strategi untuk memecah-belah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama di pusat dengan di daerah, sehingga ulama-ulama di desa yang kurang informasi dan akibatnya membuat umat dapat terbodohi.

Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama. Tetapi ada kalimat yang kontroversi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “ lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.

Babak kelima, abad 20 & 21.

Pada babak ini proses dakwah (Islamisasi) di Indonesia mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim. Dengan kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar di dunia, tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya.[dakwatuna.com]

Read More
Admin ID

Hadits Qudsi : 70.000 Orang Islam Masuk Surga Tanpa Hisab.

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Dari rifa’ah Al-Juhanni ra. Dia berkata, kami (sahabat-sahabat) hidup bersama Rasulullah saw. Ketika kami sampai di Al-Kadid atau beliau mengatakan Qudaid: beberapa sahabat kami mulai minta izin untuk mengunjungi keluarga mereka, lalu beliau memberi izin kepada mereka. Tiba-tiba Rasulullah saw berdiri, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian beliau bersabda: Bagaimana sikap orang-orang yang berada di sisi pohon yang menghadap Rasulullah saw marah kepada orang-orang yang ada di sisi yang lain. Ketika itu saya melihat mereka menangis. Lalu ada seorang pria berkata: Sesungguhnya orang-orang minta izin kepada engkau sesudah peristiwa ini adalah halal. Lalu beliau memuji Allah dan beliau bersabda: Aku bersaksi bagi Allah, seorang hamba meninggal, dia (telah) bersaksi bahwa: Tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah benar-benar dari lubuk hatinya, kemudian bersungguh-sungguh (berarti) dia berjalan ke surga. Dan beliau bersabda: Dan sungguh Tuhanku Azza wa Jalla telah berjanji kepadaku bahwa Dia akan memasukkan (Ke surga) 70 ribu orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa siksa. Dan aku benar-benar berharap agar yang 70 ribu tidak masuk surga (lebih dulu) sehingga kalian dan orang-orang shalih dari bapak-bapak kalian, istri-istri kalian, keturunan kalian sudah mengambil tempatnya (masing-masing) di surga. Dan beliau bersabda: bila telah lewat separuh malam atau beliau bersabda dua pertiga malam, Allah Azza wa Jalla turun ke langit dunia, lalu Dia berfirman: Aku tidak menanyakan perihal hamba-hambaKu kepada orang lain. Barangsiapa mohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia. Siapa yang berdo’a kepada-Ku,  Aku kabulkan do’anya, siapa yang minta kepada-Ku Aku kasih. Sehingga terbit fajar.
Derajat hadits: Shahih
Rawi Hadits:
Ahmad dalam: Musnadnya (4/16)
Ad-Darimi (1/347)
Ibnu Majah dalam: Sunannya (1367)
An-Nasa’i dalam: Amalul Yaumi wal Lailah (475)
Ibnu Khuzaimah dalam: Kitabut-Tauhid (1/313)
Al-Ajizi dalam Asy-Syari’ah (hal. 310)
Periksalah shahih Sunan Ibnu Majjah (1125)
At-Thabarani dalam: Al-Mu’jamul-Kabir (550 No.4557,4558).
Sumber : Hadits Qudsi Shahih dan Penjelasannya, Al Imam Abi Al Hasan Nuruddin, Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qoriy

Read More
Admin ID

Jangan Menyepelekan Shalat

Sahbat ID ( Inovasi Dawkwah)
Kakak perempuan Fulan telah meninggal dunia. Saat Fulan ikut mengubur kakaknya, kantung uangnya terjatuh dan tertimbun tanah, ia tak sempat mengambilnya.

Jangan Menyepelekan Shalat


Setelah upacara pemakaman selesai dan semua orang yang melayat sudah pulang, Fulan menggali kembali kuburan kakaknya untuk mengambil kantung uangnya yang tertimbun.

Betapa terkejutnya Fulan, dari liang kubur kakak perempuannya itu keluar api menyala. Dengan cepat Fulan menimbun kembali kuburan itu, ia mengurungkan niatnya mengambil kantung uang miliknya.

Bergegas ia pulang ke rumah dan dengan menangis ia menemui ibunya.

“Ibu apa yang telah diperbuat kakak perempuanku, hingga terjadi demikian?” tanya Fulan kepada ibunya.

“Apa yang terjadi, anakku? ”

“Ketika aku menggali kubur kakak untuk mengambil kantung uangku yang terjatuh, keluarlah api dari liang kuburnya,” kata Fulan, menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.

Mendengar cerita anaknya, sang ibu hanya diam terpaku. Pandangannya menerawang jauh, air matanya meleleh membasahi kedua pipinya. Ia sangat menyesali apa yang telah diperbuat anak perempuannya semasa hidup.

“Apa yang dilakukannya ibu ?” tanya Fulan lagi. Rasa ingin tahunya semakin besar melihat reaksi ibunya.

“Wahai anakku, Fulan. Kakak perempuanmu dulu semasa hidupnya suka menyepelekan shalat, dan mengakhirkan shalatnya.” jawab ibu Fulan dengan sedih.[akhwatmuslimah]

Read More
Admin ID

Kisah Seorang Anak Durhaka Bergelar Doktor: Demi Istri, Mengusir Ibu Dari Rumah

Sahabat ID (Inovasi Dakwah)
Dalam diri seorang ibu terdapat kebahagiaan, segala macam kebahagiaan. Seolah dalam diri anaknya tersimpan dunia dan segala kesenangannya. Ia tidak melihat dunia selain pada anaknya! Namun, kebahagiaan itu telah berlalu. Ia adalah anak semata wayang, sedang si ibu seorang diri! Ibu dan anaknya hidup sebatang kara tanpa saudara atau kerabat.
Suaminya meninggal tanpa mewariskan kekayaan apa pun, selain gubuk kecil dari tanah liat uang terletak dipinggir perkampungan lama di ibukota Riyadh. Di dalam gubuk itu tidak tersimpan perabot rumahtangga, selain barang-barang di mana bila Anda melihatnya sekilas, Anda akan mengerti barang-barang tersebut hanya dipergunakan oleh mereka yang hidup 20 tahun silam. Orang yang hidup di zaman ini akan jijik untuk sekedar duduk di atasnya, karena busana mereka lebih bersih dari hatinya.
Berbeda dengan orang zaman dahulu, mereka memiliki kalbu yang lebih bersih dibanding pakaian yang melekat di badan. Harta satu-satunya yang ditinggalkan suaminya adalah seorang bayi laki-laki yang usianya baru beberapa bulan. Harta miliknya hanya sebuah gubuk dari tanah liat dan bayi yang parasnya seperti fajar yang sedang duka, ditambah santunan tahunan yang tidak seberapa besarnya. Dengan uang santunan yang disebut ‘tunjangan sosial’ itulah sang ibu hidup dan menghidupi bayinya. Sisanya disimpan untuk menghadapi masa-masa sulit.

Sang ibu membesarkan anaknya hingga tiba saatnya si kecil bersekolah. Di hari pertamanya, ia berangkat ke sekolah dengan membawa tas kecil di atas kepala. Ia tampak keberatan, meski di dalam tas kecil itu hanya terdapat Juz ‘Amma, buku belajar membaca, berhitung, dan sebuah pensil, ditambah sepotong roti kering sebagai menu sarapan pagi. Ketika berjalan, ia terllihat seolah menyeret sehelai jubah yang menutupi topi kecil di atas kepalanya yang mungil!
Sang ibu meneteskan air mata bahagia mengantar kepergian si buah hati menyongsong masa depannya. Setiap hari ia mengantar kepergian si kecil ke sekolah dengan berjalan kaki dan menunggu dengan sabar sampai anaknya pulang sekolah. Ia menyambut kedatangan anaknya dengan ciuman di kedua pipi, membawakan tasnya dan menggandeng pulang ke rumah di bawah terik matahari. Kebahagiaan ibu meluap-luap saat mendengar pengumuman kelulusan anaknya dari sekolah dasar, memberitahukan kepada setiap orang yang ditemuinya di jalan, bahwa anaknya lulus dan tengah mengantongi ijazah.
Beberapa tahun berlalu. Saat ini si anak telah menamatkan kuliahnya dan meraih gelar sarjana dari universitas paling bergengsi di ibu kota negeri ini. Sang ibu masih hidup berdua dengan buah hatinya di dalam gubuk tanah liat. Suatu hari, sang ibu merasa amat berbahagia bercampur derita dan harap. Pasalnya tidak lain karena buah hatinya akan berpisah dengannya dan meninggalkan negeri tercinta untuk melanjutkan studi di Barat. Kelak, usai menamatkan studi, ia akan memperoleh ijazah tertinggi. Hati sang ibu hampir-hampir runtuh karena tangis, saat anaknya menutup pintu mobil sewaan yang akan mengantarnya ke bandara ibukota Riyadh dan akan berpisah dengan ibunya selama enam tahun!
Sang ibu tidak bisa mengetahui kabar anaknya selain melalui surat yang ditulis dan dikirimkannya dengan bantuan para tetangga. Setiap malam menjelang, ia mendekap foto anaknya yang menghiasi lembaran ijazah sekolah dasarnya, membasahinya dengan airmata hinggaia terlelap tidur, berharap dapat bertemu sang buah hati dalam mimpi! Demikianlah keadaan sang ibu sepanjang tahun-tahun perpisahan dengan anaknya; di bawah lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala!

Beberapa tahun berselang, Sang ibu menerima surat dari anaknya, sang doktor, yang mengabarkan bahwa dalam waktu dekat ia akan kembali! Gurun Nejed seolah-olah tidak mampu menampung luapan kebahagiaan sang ibu. Ia memohon kepada Allah agar memanjangkan umurnya hingga ia dapat bertemu buah hatinya. Ia bahkan tidak nyenyak tidur, menanti kedatangan anaknya.
Suatu malam, saat matanya hampir terpejam, tiba-tiba pintu gubuknya berderit terbuka. Ia melihat dua koper besar yang ditenteng si pemiliknya, seorang laki-laki berusia 32 tahunan, mengenakan pakaian yang hanya dikenakan oleh orang tertentu; jaket, dasi dan sepatu mengkilat laksana lidah api. Sang ibu mendekap dengan kedua tangannya yang ringkih dan ia pun tak sadarkan diri! Suara tangis yang bersahutan membisingkan para tetangga yang berdiri termangu di beranda, ikut menyambut dan menyampaikan ucapan selamat atas kedatangan anak tetangganya yang telah menjadi doktor!
Beberapa tahun kemudian, sang doktor mengajak ibunya pindah ke rumah yang baru saja dibelinya, setaraf dengan derajat dan kedudukan diri sang dokter. Akan tetapi, tidak untuk ibunya! Ia meninggalkan gubuk itu untuk selama-lamanya! Ya, untuk selamanya, karena gubuk itu untuk selama-lamanya! Ya, untuk selamanya, karena sang anak telah menjualnya dengan harga amat murah, beberapa dirham saja. Sebab, ia merasa tidak butuh lagi pada rumah kumuh itu! ibunya merasa seperti memotong sekerat jantungnya lalu mencampakkannya ke tanah, terlintas olehnya bayangan para tetangga yang santun. Namun, ia berusaha tabah untuk menyenangkan hati anaknya dan demi mendapat ridha Allah atas kesabaran ini.

Suatu hari, sang ibu memberi saran agar dirinya menikah dengan seorang wanita putri si Fulan, wanita yang taat beragama, shalehah, pandai menjaga kesucian diri, pemalu dan penurut. Anaknya hanya tertawa, seraya menepuk kedua telapak tangan, ia berkata pada ibunya, “Belum, belum waktunya menikah…!!”
Hingga ketika waktunya tiba, sang doktor menikah dengan wanita yang selevel dengan dirinya. Wanita berkedudukan dan rupawan, tetapi sayang, ia pawai menyombongkan diri, angkuh, merendahkan orang lain, termasuk gemar menghina cara berbicara dan berpakaian ibu mertuanya dan seterusnya.

Sang ibu berjuang untuk sabar seperti kesabaran Nabi Ayyub. Ia tidak ingin melukai perasaan anaknya, sehingga tidak sekalipun ia menceritakan padanya tentang penderitaaan yang ia rasakan akibat kekejaman menantunya setiap kali suami pulang kerja, si istri mengajaknya menyendiri di dalam kamar, mengadu kepada suaminya apa saja yang terjadi di rumah sepanjang hari, tentang bagaimana ia dibuat menderita oleh ibu mertuanya, menderita dan menderita. Begitulah penderitaan yang dialaminya setiap hari. Sang doktor dibuat bingung dan heran, setiap kali ia bertanya bagaimana penilaian sang ibu pada perilaku istrinya. Sang ibu berupaya memuji dan menceritakan yang baik perihal menantunya. Semua itu dilakukan agar ia tidak melukai perasaan anaknya atau membuatnya murka. Sang doktor tampak mulai kehilangan kesabaran dan imannya menipis, dan lenyap pula sisa-sisa perasaan kasih sayang yang sempat ia simpan dengan malu-malu sepulangnya dari Barat.
Sang anak berdiri tegak di depan ibunya, yang tengah mencuci pakaiannya, sedang ular besar (sang istri) dengan rambut panjangnya yang terurai di punggung, memperhatikan dari kejauhan. Dengan nada memerintah, ia berkata kepada ibunya, “Wahai ibu, engkau harus bisa menjaga martabat istriku. Engkau harus berpakaian yang pantas jika teman-teman istriku berkunjung. Engkau pun harus bertutur kata yang baik, jangan duduk bersama mereka di ruang tamu… , jika tidak,..”
Ibunya yang renta itu menoleh ke belakang. Ia mengira sang anak berbicara kepada seseorang, tetapi ketika ia tidak melihat seorang pun selain dirinya, sang ibu tersadar bahwa anaknya sedang berbicara kepada dirinya! Tiba-tiba dunia terasa begitu gelap, ia bersandar pada kekuatan tubuhnya yang masih tersisa. Sang ibu bergegas menuju biliknya, melemparkan tubuhnya yang renta di atas kasur, membenamkan mukanya di balik bantal dan menangis dengan tangisan yang menyayat hati.

“Ular betina” semakin menebarkan keburukan, tetapi si suami justru semakin memperhatikannya. Hingga siang bolong, petaka besar itu pun terjadi!
“Berapa kali aku katakan kepadamu, nalar orangtua renta ini tidak cocok dengan gaya hidup kita! Ia sudah usang, apakah engkau mengerti! Sampai-sampai ketika telepon berdering, engkau ikut-ikutan ingin mengangkatnya? Tidak ada satu persoalan pun di rumah sial ini yang engkau tidak ikut campur di dalamnya! Semoga Allah menutupi aib dirimu! Kita tidak cocok hidup bersamamu dan engkau pun tidak lagi pantas berada di tengah-tengah kami… !!”
Dengan menjinjing sehelai kantong plastik berisi beberapa potong pakaian miliknya, sang ibu meninggalkan rumah anaknya yang megah itu. Ketika sampai di depan pintu pagar, ia menoleh, airmatanya bercucuran membasahi pipi, di tengah siang hari yang panas membakar. “Semoga Allah memaafkanmu, anakku! Demi Allah, aku tidak pernah mengajari kamu dan istrimu selain hal-hal yang baik. Aku tidak pernah sekalipun melukai perasaan istrimu, dan semoga Allah memaafkan kalian.” Ia pergi tanpa tujuan, sedangkan si anak berusaha menyadarkan hati nuraninya untuk menyusul sang ibu, akan tetapi si “ular betina” yang cantik jelita dan lembut itu menghalanginya. Ia pun mengurungkan niatnya.

Beberapa bulan telah berlalu semenjak petaka itu. Sang ibu bertanya kepada para tetangga tentang hal ihwal anaknya; apakah ia dalam keadaan baik, apakah dia sakit, sudahkah dia dikaruniai anak? Hidupnya terlunta-lunta, berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Tinggal di rumah tetangga satu beberapa hari, dan di rumah tetangga lainnya sebulan dan seterusnya. Dengan memendam rasa malu, ia menerima apa saja yang diberikan orang sebagai sedekah untuknya, seolah ia menelan bara api yang memerah.
Suatu hari, si anak menderita sakit yang membuatnya dirawat di rumah sakit. Saat berita itu sampai di telinga sang ibu, ia bergegas membesuk dengan cara menumpang mobil sewaan menuju tempat anaknya dirawat. Tak disangka, tepat di depan pintu kamar rawat, sudah berdiri si “ular betina.” Ia mengelabui dokter dan perawat dengan mengatakan kepada mereka, wanita tua itu tidak waras dan mereka patut khawatir ia akan memporak-porandakan peralatan medis di ruangan itu.
Si ibu menjerit ketika mereka memaksanya keluar, “Tidak! Dia anakku, dia buah hatiku. Allah mengasihi kalian. Jangan halangi aku! Aku hanya ingin menjenguknya!” Wanita tua itu dikeluarkan dengan paksa dari rumah sakit dan anaknya tidak diberitahu akan kedatangan sang ibu.
Hampir seluruh harta kekayaan sang anak terkuras habis untuk pengobatan. Bahkan, ia terpaksa menjual sebagian perabotan rumah. Pada suatu hari, setelah terjadi pertengkaran sebab banyaknya tuntutan yang diajukan istri, si “ular betina” mengatakan kepada suaminya, “Sekian lama aku bersabar demi dirimu dan ibumu, tetapi saat ini sungguh sayang, engkau bukan lagi laki-laki sejati. Aku tidak tahan hidup lebih lama lagi bersama orang melarat sepertimu. Ceraikan aku. Tidakkah engkau mendengar? Ceraikan aku!”
Si suami yang jatuh miskin itu berkata, “Seakan ia menampar mukaku dengan sebatang besi panas dan mencampakkan tubuh telanjangku di tengah gurun Nafud!” Tak ada pillihan lain; ia menceraikan istrinya, lalu pergi merana untuk memungut kembali kenang-kenangan lama yang telah hilang, mencari sang ibunda tercinta yang teraniaya! Ia mendatangi setiap rumah di perkampungan lama, bertanya pada semua tetangga, namun tiada hasil. Ia mencarinya di lemari penyimpanan mayat di rumah sakit, di kantor polisi dan mengira bahwa sang ibu telah tiada.
Suatu hari, sang anak singgah di sebuah masjid di kampung halamannya untuk shalat Maghrib, kalau-kalau ia mendapat kabar tentang ibunya dari orang-orang yang pernah bertetangga dengannya. Tiba-tiba, ia menyaksikan pemandangan yang menyayat hati. Pemandangan yang dapat membawa orang yang berdosa pada pintu tobat, pemandangan yang memaksa airmata untuk menetes deres!
Apa gerangan yang Anda bayangkan? Seorang wanita tua, yang tidak lain adalah ibunya tercinta, ada di beranda masjid, sambil menengadahkan tangan mengharap belas kasih orang untuk mendapat sekeping dua keping recehan, sama seperti ketika ia menengadahkan tangannya di waktu kecil pada ibunya. Sekarang, sang ibu menjadi pengemis agar bisa hidup. Ia merasa segan menerima santunan dan sedekah tetangga, sadar bahwa dirinya menjadi beban bagi mereka. Dengan demikian ia telah merendahkan martabat diri sendiri. Maka ibunya memilih untuk mengemis, mengharap belas kasih para hamba Allah di sudut-sudut masjid.
Dengan serta merta, sang anak bersimpuh di hadapan ibunya, mencium kaki dan tangan ibunya, merengkuh kedua kaki ibu dan menempelkan pada pipinya. Tangis sang anak seolah memekakkan langit kota Nejed, menciptakan pemandangan yang membingungkan setiap orang yang melihatnya. Ia membopong sang ibu dengan kedua tangan dan membawanya ke rumah, seraya meneriakkan kata-kata bercampur airmata dan penyesalan,
“….laknat Allah atas istri durhaka, laknat Allah atas predikat ‘doktor’, atas rumahku, atas gaji yang kuterima, atas harta benda dan siapa saja yang memisahkan diriku dengan ibuku…”
Demikianlah segera sang anak membawa pergi ibunya dalam pelukan. Dan memalingkan punggungnya dari dunia!

Sumber: Musa bin Muhammad Hajjad az Zahrani (Keramat Hidup: Orang Tua)


Read More