Admin ID

Orang ini mengenali rumahnya di surga kelak.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Tidak mudah bagi kita untuk bisa masuk surga. Namun, jika kita dengan sungguh-sungguh berniat untuk selalu melakukan perbuatan baik maka Allah akan memberikan jalan-Nya. Bahkan, orang ini hingga bisa menemukan rumahnya di Surga. Orang ini mampu mengenali rumahnya di surga karena kenikmatan yang diberikan oleh Allah padanya.

Orang Ini Mampu Mengenali Rumahnya di Surga

Allah telah menyediakan dua tempat kembali di akhirat kelak, yakni surga dan neraka. Surga merupakan tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun, tidak mudah untuk bisa menggapai surga karena kita membutuhkan bekal amal saleh yang banyak. Bahkan, dengan amalan yang banyak pun kita juga harus berusaha menggapai rahmat Allah SWT. Berbeda dengan neraka dimana di dalamnya penuh dengan kepedihan yang begitu menyakitkan. Untuk bisa masuk ke dalam neraka ini pun akan terasa lebih mudah karena segala yang dilarang oleh Allah merupakan kenikmatan dunia. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati benar agar tidak terjerumus dengan kenikmatan sesaat di dunia ini. Ingatlah kenikmatan surga yang akan Anda dapatkan jika melakukan perbuatan baik dan beramal saleh.

Sebuah dalil menyebutkan bahwa salah seorang di antara kita lebih mengenal rumah kita yang ada di surga dibanding pengenalan mereka terhadap rumah yang berada di dunia.

Apabila orang-orang yang beriman itu selamat dari neraka maka mereka akan ditahan di jembatan di antara neraka dan surga. Mereka kemudian akan diqishash guna untuk semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama masih hidup di dunia. apabila sudah disucikan dan dibersihkan maka mereka pun diizinkan untuk masuk ke dalam tempat penuh kenikmatan ini, yakni Surga.

Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan dimana dibuat untuk mereka yang beriman dan beramal shaleh.Inilah surga yang diberikan kepada umat manusia karena amal ibadahnya selama masih hidup di dunia.

Di setiap amal perbuatan pasti akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya. Rahmat dari Allah inilah yang mengantarkan kita ke dalam Surga sesuai dengan kadar kebaikan kita.

Kemudian bayangkan saat Rasulullah bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam al-Bukhari bahwa amal salah seorang di antara kita tidak akan bisa memasukkan kita ke dalam surga.

Para sahabat pun bertanya apakah itu termasuk Rasulullah?

Ternyata Rasulullah tidak termasuk, kecuali jika Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada beliau.

Seperti yang kita tahu bahwa Rasulullah adalah manusia mulia dimana begitu banyak amalan baiknya. Dengan banyak amalan pun, Rasulullah tetap tidak akan masuk surga tanpa adanya rahmat dari Allah. Lantas bagaimana dengan orang yang memiliki sedikit amalan saja, seperti kita? Bahkan, kita memiliki banyak dosa, tidakkah kita memikirkan bagaimana nasib kita di kehidupan akhirat?

Dari penjelasan ini, kita bisa merenungkan nasib kita di akhirat. Kehidupan dunia ini hanyalah bersifat sementara sedangkan kehidupan yang sesungguhnya merupakan kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, kita harus memikirkan kehidupan yang abadi tersebut .Kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk bisa selamat dari siksaan di neraka. Banyak amalan yang dapat kita lakukan, baik wajib maupun sunnah. Bahkan, kita telah memiliki suri tauladan yang patut untuk dicontoh setiap perbuatan dan perkataannya, yakni Nabi Muhammad SAW. Ingatlah bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan Anda dari kepedihan adzab Allah kecuali dengan amal ibadah Anda sendiri sehingga orang ini mampu mengenali rumahnya di surga.[kumpulanmisterius]
Read More
Admin ID

Menikah di usia muda,Rieeki lancar.

Menikah di usia muda,Rieeki lancar.
Sahbat ID ( Inovasi Dakwah )
Islam memang mengajarkan untuk tidak pacaran sebelum menikah. Jika sudah mantap, yakin, usia juga sudah dirasa cukup, bolehlah menikah antara lelaki dan perempuan. Dan ini lebih berkah karena sudah menjadi suami istri, mau membangun keluarga baru yang sakinah mawadah warahmah serta merintis usaha jelas lebih mudah.

Namun, di Indonesia menikah muda masih diidentikkan dengan suatu yang janggal. Masih banyak orang yang menganggap sebelah mata mengenai orang yang menikah muda. Pasti selalu ada pembicaraan buruk. Memang menikah muda butuh kemantapan hati yang besar. Padahal, tak selamanya menikah muda berawal dari hal yang buruk.

 Sally Giovani, seorang muslimah asal Cirebon, Jawa Barat, yang memantapkan diri untuk menikah di usia muda, yaitu 17 tahun, setelah ia tamat SMA. Sally berasal dari keluarga broken home, dimana ia hanya hidup bresama sang ibu. Ia lalu memutuskan menikah muda dengan kawannya yang berusia sama dengannya. Banyak yang mencibir, tapi Sally tetap mantap.
Awal mula usaha
Karena lulus SMA langsung menikah, jadi mereka mencari nafkah dengan membuka usaha. Usaha awal mereka adalah berjualan kain kafan. Sally melihat peluang yang besar dari bisnis tersebut, karena sedikitnya pesaing, dan pasti dibutuhkan dan dibeli.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemesanan mulai lesu. Orang yang membeli tidak melakukan repeat order. Sehingga, Sally memutar otak dan mencari peluang bisnis lainnya. Kebetulan, ia berada di lingkungan yang banyak terdapat pengrajin batik.


Karena itulah, ia berkeliling memasarkan kain kafannya kepada para pengrajin batik, karena bahan untuk batik katun adalah kain kafan. Dari berkeliling itulah ia mendapatkan ilmu yang berharga. Ia jadi tahu bermacam-macam jenis batik sampai ia pun menguasai cara membuat berbagai jenis batik.

Sally pernah mengalami hal yang menyedihkan, yaitu jualannya tidak laku. Di tahun 2007, ia pergi ke Tanah Abang, Jakarta, untuk menjual batik hasil kreasinya. Tapi, tak ada yang membeli. Ia pun bertanya pada para penjual batik yang laris, dibelilah beberapa dan dibawanya batik tersebut ke Cirebon untuk dipelajari dan dibuat motif yang mirip.

Titik balik keberhasilan
Karena kekreativitasan yang dimiliki Sally dan keberhasilannya memodifikasi motif batik, ia kembali ke Tanah Abang dengan percaya diri batik buatannya akan laku. Benar saja, batik buatannya diserbu pembeli. Ia pun melebarkan sayap di Pasar Baru, Bandung, dan berbagai kota di Indonesia termasuk juga Bali.

Demi mewujudkan kesuksesannya, ia harus berjuang dengan tidur di mushola, masjid, mandi di SPBU, hingga ketiduran di jalan, dan berbagai hal lainnya.

Karena kesuksesannya itu, Sally dengan Trusmi Grup-nya dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia. Saat itu, ia baru berumur 22 tahun, tapi sudah memiliki pusat perbelanjaan yang luasnya satu setengah hektar. Belum lagi 10 outlet yang tersebar di 10 kota besar Indonesia.

Dari bisnis yang ia miliki ini, ia memiliki sekitar 800 karyawan, dengan para pengrajin jika digabungkan berjumlah sekitar 1.250 orang. Banyak sekali karyawan Sally, tapi ia masih ingin memiliki 1 juta karyawan agar ia bermanfaat lebih besar bagi orang lain.
Tips sukses dari Sally

Tips yang dibeberkan Sally agar dapat meraih kesuksesan adalah harus berani memulai. Ia mengharamkan dua kata untuk diucapkan, yaitu "nanti" dan "tapi". Selalu pantang menyerah, terus berproses, tidak pernah berhenti belajar, dan belajar dari kegagalan untuk menuju sukses. Selain itu, barengi dengan kesungguhan dan do'a yang tiada henti kepada Allah Ta'ala.

Bisnis batik Trusmi ini dikelola oleh Sally dan suaminya. Ketika sudah rapi dari semua segi, suami Sally ingin memulai bisnis yang berbeda, yaitu bisnis properti. Salah satu apartemen yang sukses dibangun sang suami dengan tim bisnisnya adalah apartemen di kawasan Alam Sutera Tangerang Selatan, Banten.

Menikah di usia mudah bukanlah hambatan untuk mencapai kesuksesan, salah satu buktinya telah dialami oleh Sally Giovani dan sang suami. Mereka malah sekarang menjadi salah satu orang kaya di Indonesia. Bahkan, jika menikah muda dijalani dengan benar, sesuai syariat agama Islam dan kekompakan suami istri tetap terjaga, maka kesuksesan bukanlah sulit untuk diraih.
Read More
Admin ID

Pahala Besar Bagi seorang Istri yang Lakukan 4 Hal Ini Untuk Suaminya di Malam Jum’at

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Seorang istri bisa panen pahala di malam Jum’at. Bahkan, dengan aktifitas penuh suka bersama suaminya.

Apa saja aktifitas itu? Ini 4 di antaranya:

1. Mengajak Suami Baca Surat al-Kahfi
Membaca surat Al Kahfi merupakan amalan sunnah di malam Jumat. Bisa pula dikerjakan di siang hari Jumat.
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ad-Darimi; shahih)

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat bertahan hingga satu pekan.
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka dia diterangi oleh cahaya antara dua Jumat” (HR. An Nasa’i, Baihaqi dan Al Hakim; shahih)

Jika seorang istri mengajak suaminya membaca surat Al Kahfi, maka pahala dan keutamannya semakin berlipat.

2. Mengajak Suami Membaca Shalawat
Membaca shalawat juga termasuk amalan sunnah di malam dan hari Jumat. Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya memperbanyak membaca shalawat di waktu ini.

Di antara keutamaan membaca shalawat adalah sebagaimana yang diterangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bahwa muslim yang paling banyak membaca shalawat kelak akan menjadi orang yang paling dekat dengan beliau di surga.
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap hari Jumat. Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi; hasan lighairihi)

Istri yang membaca shalawat, ia memperoleh pahala dan keutamaan bagi dirinya. Namun jika ia mengingatkan suaminya agar melakukan amalan sunnah ini, maka akan semakin banyak pahalanya.

3. Melayani Suami Dengan Penuh Cinta
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa jima’ antara suami dan istri adalah sedekah. Ia mendapatkan pahala atas hubungan halal ini, sebagaimana seseorang mendapatkan dosa jika ia berzina.
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Hubungan badan antara kalian (dengan istri) adalah sedekah”. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, ”Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sedangkan tentang keutamaan jima’ di malam/hari Jum’at, hadits yang dapat dijadikan rujukan adalah berikut ini:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Barang siapa mandi pada hari Jum’at, membersihkan badannya dan bersegera (pergi ke masjid) kemudian berdiam diri dengan penuh konsentrasi, mendengarkan (khutbah), maka setiap langkah yang diayunkan mendapatkan pahala seperti pahala setahun, yaitu pahala puasanya dan shalat malamnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i dan Ahmad)

Mandi dalam hadits itu menurut satu pendapat, adalah mandi janabat. Pandangan itu diperkuat dengan tambahan pada riwayat Tirmidzi, setelah hadits itersebut:.
قَالَ مَحْمُودٌ قَالَ وَكِيعٌ اغْتَسَلَ هُوَ وَغَسَّلَ امْرَأَتَهُ

Mahmud (perawi) berkata, Waki’ berkata, dia sendiri mandi dan juga memandikan istrinya

Namun, sebagian besar ulama menolak pandangan tersebut dengan berhujjah bahwa mandi pada hadits tersebut tidak selalu didahului dengan hubungan suami istri. Kalaupun yang dimaksud adalah mandi jinabat, maka jima’nya dilakukan pada Jum’at pagi, bukan Jum’at malam. Sebab mandi Jum’at disunnahkan sebelum berangkat shalat. Dan orang berangkat shalat Jum’at umumnya pagi.

Lepas dari apakah hubungan suami istri termasuk sunnah di malam Jumat atau sama dengan hari biasanya, ia tetap berpahala. Dan istri yang melayani suaminya dengan baik, dengan service excellent, ia mendapatkan pahala yang besar.

4. Membangunkan Suami Untuk Shalat Tahajud
Amal ini bukanlah amal khusus malam Jumat saja. Namun amal harian. Tiap malam. Sebagaimana bisa dilakukan di malam apa pun, ia juga bisa dilakukan di malam Jumat.

Keutamaannya luar biasa. Istri yang membangunkan suami dan mengajaknya qiyamul lail, ia akan mendapat rahmat dari Allah. Bahkan keduanya akan mendapatkan rahmat dari Allah. Rahmat dari Allah ini merupakan kunci cinta dan kasih sayang (rahmah) suami istri.
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِى وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِى وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jadi, jika ingin kasih sayang suami istri abadi, biasakanlah qiyamul lail dan membangunkan pasangan untuk juga melakukannya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: webmuslimah.com

Read More
Admin ID

5 Kisah Keajaiban Sedekah yang Bikin Kita Ikhlas Kosongkan Dompet

5 Kisah Keajaiban Sedekah yang Bikin Kita Ikhlas Kosongkan DompetSahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Sudah bukan rahasia lagi jika salah satu cara cepat kaya tapi halal adalah dengan sedekah. Memang secara logika, sedekah akan membuat milik kita berkurang alias minus. Namun dipandang dari kacamata Islam, sedekah justru malah menambah. Jadi, makin kita banyak mengeluarkan, makin banyak pula yang kita dapatkan..

Mengenai sedekah yang justru menambahkan bisa kita tengok dalam Surat Al-An’am ayat 160. Allah berfirman jika untuk sebuah sedekah maka 10 kali lipat balasannya, dan ini adalah janjiNya. Jadi, rasanya tak perlu kita mempertanyakan keabsahan dari fadilah sedekah ini.

Nah, sekarang kita bicara bukti. Ya, tentu saja banyak sekali orang-orang yang sudah merasakan khasiat sedekah ini. Percaya atau tidak, satu sedekah memang nyaris dibayar 10 kali lipat, bahkan seringkali lebih. Berkat khasiat sedekah pula banyak orang-orang yang kemudian karirnya sukses, jadi orang kaya dan sebagainya. Berikut adalah kisah fenomenal orang-orang yang sudah membuktikan janji Allah perihal sedekah tersebut.

1. Kisah Sedekah Berbalas Seribu Kali
Suatu ketika ada seorang pria paruh baya yang ingin menghadiri sebuah pengajian. Namun langkahnya terhenti gara-gara vespanya mogok tiba-tiba. Uang dikantung tinggal Rp 5000. Sayangnya, pom bensin jalannya berlawanan dengan tempat pengajian. Kemudian lantaran takut telat, pria ini pun mendorong vespanya ke tempat pengajian dan akan mengisi bensin nanti.

Siapa yang menyangka jika pengajian saat itu membahas sedekah. Di akhir tausiah, sang ustad menghimbau jamaah untuk melakukan sedekah dalam rangka membantu masjid. Sang pria pun bingung, hanya Rp 5000 yang dimilikinya. Bahkan nanti mau dibelikan bensin. Setelah berdebat dengan diri sendiri, pria ini pun menyedekahkan uang satu-satunya itu.

Benar saja, ia harus mendorong vespanya yang berat itu. Sempat muncul sedikit sesal hingga akhirnya sebuah mobil menghampirinya. Ternyata rekan satu jamaah si pria tersebut. Lalu setelah ngobrol singkat, teman si pria ini membelikan seliter bensin seharga Rp 10 ribu. Tak cuma itu, ketika hendak pulang teman si pria ini memberikan sebuah amplop yang belakangan diketahui isinya lima juta utuh.

2. Sedekah Untuk Membeli Pekerjaan
Sabrina tak pernah menyangka jika mencari kerja ternyata sesulit ini. Ya, wanita satu ini sudah beberapa tahun menganggur setelah lulus kuliah. Bukannya tak berusaha, tapi Sabrina sudah memberikan banyak amplop coklat berisi lamaran ke banyak perusahaan. Sayangnya, tak ada satu pun yang memanggilnya kerja.

Hingga suatu ketika ia teringat akan sedekah yang konon bisa mempermudah urusan. Maka kemudian ia mencoba melakukan sedekah tersebut. Sempat ada panggilan, namun sayangnya Sabrina tak bisa masuk kualifikasi.

Meskipun masih tetap gagal, Sabrina konsisten untuk bersedekah.Hingga suatu ketika keajaiban benar terjadi. Ia mendapatkan panggilan interview dan akhirnya lolos. Kini Sabrina bisa sangat tenang hidupnya dengan gaji yang menurutnya sudah lebih dari cukup.

3. Sedekah Bisa Juga untuk Membeli Jodoh
Dalam sebuah seminarnya, Ustad Yusuf Mansur menceritakan kisah seorang wanita berusia 37 tahun yang belum mendapatkan jodoh. Sama seperti wanita pada umumnya, salah satu jamaah Ustad Yusuf ini takut kalau tidak bisa menikah lantaran usianya yang katanya tidak lagi diminati banyak pria. Namun Ustad menawarkan sedekah sebagai solusinya.

Ketika itu si wanita ini mendapati sebuah masjid yang butuh renovasi. Teringat akan ucapan Ustad, maka si wanita tersebut tanpa pikir panjang langsung memberikan uang yang ada di dompetnya sejumlah Rp 600 ribu. Janji Allah memang takkan pernah meleset. Sebulan setelah peristiwa sedekah itu, sang wanita untuk pertama kalinya dilamar oleh seorang pria dan tak lama mereka pun menikah.

4. Tukang Bubur Naik Haji
Mungkin bukan cerita asing di telinga, namun kisah tukang bubur ini nyata dan bisa kita jadikan pelajaran. Dikisahkan, seorang pria tukang bubur begitu ngebet ingin naik haji. Tak cuma dirinya, namun juga istri dan ibunya.

Namun sayangnya pekerjaan tukang bubur sampai kapan pun tak kan pernah bisa memberangkatkan mereka haji, begitu kata si pria. Meskipun demikian, sang tukang bubur tetap konsisten sambil meminta doa sang ibu, tak lupa pula ia juga menyedekahkan sebagian rezekinya.

Selain memberikan sedekah rutin berupa bubur dan uang, sang pria juga pernah memberikan semua buburnya ke sebuah rumah yatim. Di saat yang bersamaan, ternyata si pria juga sudah memiliki tabungan haji.

Keajaiban pun terjadi ketika ia hendak menyetorkan uang ke bang. Siapa yang menyangka ia memenangkan sebuah mobil. Dan berita bagusnya, mobil tersebut bisa ditukar dengan ongkos naik haji untuk beberapa orang.

Pria tukang bubur ini pun berangkat dan bersama-sama dengan istri dan ibunya. Semua orang dibikin tak percaya dengan kisah nyata ini. Namun Allah lagi-lagi takkan pernah lupa memberikan balasan kepada hambanya yang berbuat baik.

5. Hutang Rp 100 Juta Lunas Seketika
Punya hutang Rp 100 juta dan tak ada yang bisa dibayarkan, sudah pasti rasanya seperti ingin mati saja. Namun si pria pemilik hutang tersebut untungnya tidak berpikiran pendek walaupun hutang tersebut sangat menyiksanya. Hingga akhirnya Allah memberikan petunjuk dengan membuat pria tersebut hadir dalam sebuah pengajian.

Pas sekali tausiah dalam pengajian tersebut adalah tentang sedekah. Dalam salah satu poinnya, sang Ustad mengatakan jika sedekah bisa membuat hutang terselesaikan. Berbekal keyakinan itu, sang pria pun menyedekahkan Rp 100 ribu, uang satu-satunya yang ia miliki di dompet.

Pulang pengajian, ternyata ia malah tertabrak mobil. Namun dari sini hutangnya nanti akan benar-benar lunas.Bukan lantaran sang pria tersebut mati dan si pemilik hutang mengikhlaskannya, tapi lantaran si penabraknya adalah orang kaya yang dermawan. Singkat cerita, si orang kaya ini membiayai pengobatan si pria dan sekaligus hutangnya yang berjumlah Rp 100 juta itu.

Begitulah sedekah, ia bekerja dengan cara-cara yang sama sekali tak bisa dinalar secara logika. Sebenarnya masih banyak lagi cerita lain tentang keajaiban sedekah yang memang terbukti secara nyata.

Nah, mulai sekarang sepertinya kita tak perlu ragu lagi mengamalkan sedekah sebagai jalan penyelesai masalah dan segala beban kita. Percayalah jika Allah akan memudahkan kita dengan jalan bersedekah ini.

Sumber: boombastis.com


Read More
Admin ID

Dosa Hutang Tidak akan di ampuni.

Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Jadi trend dikala ini, bila tidak dapat mempunyai kendaraan kredit dapat jadi solusinya. nah, gimana perihal ini, karna sepanjang ini belum sempat terdapat kredit syariah buat kendaraan. sesungguhnya gimana peran hutang ini bagi agama.
Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).

Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim nomor. 1886)[Hikmah Kisah Islam]
Read More
Admin ID

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah

Dosa Kecil Menjadi Besar di Hadapan Allah
Sahabat ID ( Inovasi Dakwah )
Ada banyak orang yang tanpa sadar tengah meremehkan dosa. Mungkin kita berpikir dosa yang kecil tidaklah mengapa. Padahal, dari dosa kecil itulah akan tercipta dosa yang besar.

Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan,” (HR. Bukhari no. 6492).

Jika disebutkan bahwa ia sangka suatu dosa itu lebih tipis dari rambut, itu tanda meremehkan dosa. Padahal sesuatu yang dianggap sepele seperti ini di sisi Allah begitu besar.

Disebutkan dari jalur Ibrahim bin Al Hajjaj dari Mahdi, “Kami menganggapnya sebagai dosa kala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Ibnu Batthol mengatakan, “Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.”

Abu Ayyub Al Anshori berkata, “Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.”

Sumber: islampos.com

Read More